- Jemaah haji wajib melaksanakan salat selama perjalanan menuju Arab Saudi dengan mengikuti panduan tata cara yang sah.
- Salat dilakukan sambil duduk di kursi pesawat dengan gerakan ruku dan sujud yang disesuaikan saat safar.
- Pelaksanaan salat dapat menggunakan metode jamak dan qashar agar ibadah tetap terjaga dengan khusyuk selama penerbangan.
SuaraSumut.id - Menunaikan ibadah haji adalah perjalanan spiritual terbesar bagi umat Islam. Namun masih banyak jamaah yang bertanya, apakah boleh salat di pesawat? Bagaimana arah kiblatnya? Apakah harus berdiri?
Jawabannya salat tetap wajib dilaksanakan meskipun sedang dalam perjalanan menuju Tanah Suci.
Oleh karena itu, memahami tata cara salat di pesawat menjadi bekal agar ibadah tetap sah, nyaman, dan khusyuk selama penerbangan panjang menuju Arab Saudi.
Saat Safar (perjalanan) ke Tanah Suci jamaah tetap harus melakukan salat jika sudah sampai waktunya. Biasanya apabila telah masuk waktu salat petugas akan memberitahukan melalui pengeras suara.
Pada umumnya salat dilakukan secara berjamaah, diimami oleh petugas atau yang ditunjuk. Salat di dalam pesawat dilakukan dengan cara qasar dan jamak, yaitu meng-qashar salat empat rakaat dijadikan dua rakaat dan menjamak mengumpulkan dua waktu salat wajib menjadi satu waktu. Sementara itu salat subuh tidak bisa dijamak.
Tata Cara Salat di Pesawat
Anda dapat salat dengan posisi duduk di kursi pesawat. Berikut langkah-langkah dan penyesuaian yang perlu dilakukan saat melaksanakan sholat di pesawat:
- Takbiratul Ihram, mulai salat dengan mengangkat kedua tangan.
- Membaca Iftitah, Alfatihah dan dilanjutkan dengan membawa surah dalam Al-Quran.
- Ruku', dilakukan sambil duduk di kursi dengan badan dicondongkan ke depan.
- I'tidal, berdiri tegak setelah ruku'.
- Sujud, dilakukan dengan posisi badan lebih rendah ke bawah dibanding rukuk
- Duduk antara dua sujud, dilakukan dengan posisi duduk sempurna di kursi pesawat sambil berdoa.
- Lakukan gerakan yang sama pada rakaat berikutnya.