- Video viral warga di Labuhanbatu menuduh oknum TNI mencuri belasan ekor lembu pada Mei 2026 lalu.
- Dandim 0209/Labuhanbatu membantah keterlibatan TNI dan menyatakan peristiwa tersebut merupakan sengketa kepemilikan antarwarga sipil setempat.
- Pihak TNI masih melakukan penelusuran lebih lanjut terkait keaslian video serta status mediasi antara kedua pihak bersengketa.
SuaraSumut.id - Video yang memperlihatkan sekelompok pria diduga anggota TNI dipergoki warga saat membawa belasan ekor lembu di Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara, viral di media sosial dan memicu berbagai spekulasi. Dalam video tersebut, warga terdengar meneriaki rombongan pria yang disebut-sebut terlibat pencurian ternak.
Namun, Komandan Kodim (Dandim) 0209/Labuhanbatu Letkol Kav Hanung Kaptiaji membantah adanya keterlibatan prajurit TNI dalam aksi pencurian seperti yang ramai diperbincangkan.
Menurut Hanung, berdasarkan informasi awal yang diterimanya, persoalan tersebut merupakan sengketa kepemilikan lembu antara dua warga sipil di Desa Sei Siarti, Kecamatan Panai Tengah, Kabupaten Labuhanbatu. "Video itu sudah lama, direkam pada bulan Mei 2026," kata Hanung saat dikonfirmasi, Minggu (28/6/2026).
Ia menjelaskan, sengketa itu melibatkan seorang perempuan dan seorang pria berinisial J.
Karena itu, pihaknya menyayangkan munculnya narasi yang mengaitkan peristiwa tersebut dengan institusi TNI sebelum seluruh fakta dipastikan. "Yang kami sayangkan membawa-bawa nama TNI," ujarnya.
Baca Juga:Heboh Warga Labuhanbatu Pergoki Diduga Oknum TNI Curi 16 Sapi
Hanung mengatakan Kodim masih menelusuri perkembangan kasus tersebut, termasuk memastikan apakah kedua pihak yang bersengketa telah menempuh proses mediasi.
Selain itu, pihaknya juga masih mengecek sumber penyebaran video serta memastikan keaslian rekaman yang kini beredar luas di media sosial.
Sebelumnya, video yang viral sejak Jumat (26/6/2026) memperlihatkan warga menghadang sekelompok pria yang disebut sebagai oknum aparat TNI. Dalam rekaman itu, terdengar seorang perekam video berteriak menuding rombongan tersebut mencuri lembu.
"Aparat-aparat bikin keributan! Nyuri lembu! Dibayar siapa? Nyuri lembu, ikut kalian mencuri!" teriak seorang warga dalam video yang beredar.
Narasi yang menyertai video menyebut peristiwa itu berkaitan dengan hilangnya 16 ekor lembu milik seorang warga bernama Boru Naga, seorang janda di Desa Sei Siarti.
Baca Juga:'Suami Saya Bukan Teroris', Istri Korban Tewas di Kebun Agrinas Labura Minta Pelaku Dihukum Setimpal
Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari kepolisian mengenai dugaan pencurian ternak tersebut maupun hasil penyelidikan atas sengketa kepemilikan lembu yang disebut oleh Dandim Labuhanbatu. Kasus ini masih menjadi perhatian publik setelah video tersebut menyebar luas dan memunculkan berbagai spekulasi di media sosial.