- Perum Bulog Kanwil Sumut menyalurkan 18,11 juta liter Minyakita sejak Januari hingga 6 Juli 2026 untuk masyarakat.
- Distribusi dilakukan ke pasar dan program bantuan pangan guna menjaga ketersediaan serta stabilitas pasokan di Sumatera Utara.
- Bulog menetapkan harga jual Minyakita tetap sebesar Rp15.700 per liter sesuai ketentuan harga eceran tertinggi yang berlaku.
SuaraSumut.id - Sejak Januari hingga 6 Juli 2026, Perum Bulog Kanwil Sumut telah menyalurkan 18,11 juta liter Minyakita di wilayah kerjanya.
Pimwil Perum Bulog Sumut Budi Cahyanto mengatakan, penyaluran Minyakita untuk program bantuan pangan mencapai 7,02 juta liter.
"Sedangkan 11,09 juta liter didistribusikan ke pasar guna menjaga ketersediaan bahan pangan itu," katanya, melansir Antara, Rabu, 8 Juli 2026.
Bulog menargetkan penyaluran sekitar dua juta liter Minyakita setiap bulan melalui Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) serta jaringan Rumah Pangan Kita (RPK) untuk menjaga pasokan di pasaran.
Menurutnya, penyaluran tersebut dilakukan untuk memastikan ketersediaan Minyakita bagi masyarakat tetap terjaga di seluruh wilayah beribu Kota Medan itu.
"Kami terus melakukan distribusi Minyakita ke pasar guna menjaga stabilitas pasokan dan harga minyak goreng di wilayah tersebut," ujarnya.
Bulog memastikan harga eceran tertinggi (HET) Minyakita sebesar Rp15.700 per liter masih berlaku dan tidak mengalami kenaikan.
Pihaknya juga terus melakukan pengawasan kualitas Minyakita melalui proses pengendalian mutu yang diterapkan oleh produsen.
"Pemeriksaan bertujuan memastikan proses higienitas dan keamanan pangan telah memenuhi standar prosedur," ucapnya.
Ia mengimbau masyarakat tidak perlu khawatir terhadap kualitas Minyakita yang beredar di pasaran karena telah memenuhi standar yang ditetapkan.
Selain itu, identitas produsen yang bekerja sama dengan Bulog juga tercantum secara jelas pada kemasan sehingga produk dapat ditelusuri.