- Keran kamar mandi menjadi kusam dan kotor akibat paparan air sadah, sisa sabun, pasta gigi, serta endapan mineral.
- Bahan rumahan berupa baking soda dapat diolah menjadi pasta untuk membersihkan noda pada permukaan keran kamar mandi secara efektif.
- Permukaan keran harus dibilas air bersih dan dikeringkan menggunakan kain mikrofiber guna mencegah kemunculan bercak mineral baru.
Sebelum mengoleskannya ke seluruh permukaan, sebaiknya lakukan uji coba pada bagian kecil yang tidak terlalu terlihat. Langkah ini penting terutama jika Anda tidak mengetahui jenis finishing keran.
2. Oleskan pada Bagian yang Bernoda
Gunakan kain mikrofiber atau spons lembut untuk mengoleskan pasta baking soda pada bagian keran yang terkena noda. Untuk area sempit seperti sambungan, bagian bawah keran, atau sekitar ujung saluran air, gunakan sikat gigi berbulu lembut. Hindari spons kasar, sikat kawat, atau benda tajam karena dapat meninggalkan goresan pada lapisan keran.
3. Diamkan Sekitar 10 Menit
Setelah pasta merata, diamkan selama kurang lebih 10 menit. Tujuannya agar pasta membantu melonggarkan kotoran sebelum dilakukan penggosokan. Setelah itu, gosok secara perlahan menggunakan kain mikrofiber atau sikat berbulu lembut. Untuk noda yang sangat membandel, proses dapat diulangi daripada langsung menggosok dengan tenaga besar.
4. Jangan Sembarangan Menggunakan Cuka
Cuka putih memang sering digunakan untuk membantu mengatasi endapan mineral atau noda air sadah. Beberapa produsen faucet merekomendasikan larutan cuka dan air untuk membersihkan mineral pada aerator atau permukaan tertentu.
Namun, penggunaan cuka harus disesuaikan dengan material dan finishing keran. Pada keran dengan lapisan tertentu, asam dapat merusak finishing jika digunakan terlalu lama.
Karena itu, jangan langsung mencampurkan baking soda dan cuka dalam jumlah banyak lalu membiarkannya menempel pada keran.
Jika hendak menggunakan cuka untuk endapan mineral, gunakan secara terpisah, dalam waktu singkat, kemudian bilas hingga bersih. Untuk keran dengan finishing khusus, selalu prioritaskan petunjuk perawatan dari produsen.
5. Bilas dengan Air Bersih
Setelah noda berhasil dibersihkan, bilas seluruh permukaan keran menggunakan air bersih. Pastikan tidak ada sisa baking soda atau cairan pembersih yang tertinggal, terutama di bagian sambungan dan celah kecil.
6. Keringkan dengan Kain Mikrofiber
Langkah terakhir sering dianggap sepele, padahal sangat penting. Segera keringkan keran menggunakan kain mikrofiber yang bersih dan kering. Air yang dibiarkan mengering sendiri dapat meninggalkan bercak mineral baru, terutama jika air di rumah memiliki kandungan mineral tinggi. Mengeringkan keran setelah digunakan juga merupakan salah satu cara sederhana untuk membantu mencegah munculnya kembali noda air.