- Banjir melanda tiga kelurahan di Kecamatan Medan Maimun, Kota Medan, pada hari Senin, 7 September 2026.
- Bencana alam tersebut berdampak pada 1.948 jiwa dari 817 kepala keluarga serta merendam 482 unit rumah warga.
- Pemerintah setempat bersama BPBD Sumut melakukan evakuasi dan asesmen, dengan kondisi banjir yang kini dilaporkan mulai surut.
SuaraSumut.id - Sebanyak 1.948 jiwa terdampak akibat bencana banjir yang melanda Kota Medan, pada Senin (7/9/2026).
Jumlah tersebut merupakan data yang diterima di Pusdalops Sumut. Hal ini dikatakan oleh Kepala Bidang Penanganan Darurat, Peralatan dan Logistik BPBD Sumut Sri Wahyuni Pancasilawati.
"Berdasarkan laporan Pusdalops Sumut. 1.948 jiwa terdampak banjir di Kota Medan," ujar Sri Wahyuni Pancasilawati, melansir Antara, Selasa (8/9/2026).
Ia mengatakan banjir yang mengakibatkan ribuan masyarakat terdampak tersebut melanda tiga kelurahan satu kecamatan.
Pihaknya mendata kelurahan yang terlanda yakni Kelurahan Hamdan, Kelurahan Sei Mati dan Kelurahan Aur di Kecamatan Medan Mainum.
"Dari jumlah tersebut. 817 kepala keluarga terdampak," ujarnya.
Selain jiwa, banjir yang melanda Ibu Kota Sumatera Utara itu juga mengakibatkan 482 rumah terdampak tersebar di tiga kelurahan.
Kelurahan Sei Mati merupakan kelurahan yang paling terdampak dengan tercatat 275 unit, disusul Kelurahan Hamdan 127 unit dan Kelurahan Aur 80 unit.
Sri mengatakan berbagai upaya penanganan atas kejadian bencana tersebut telah dilakukan pemerintah setempat dan sejumlah pemangku kebijakan terkait.
Pemerintah kota setempat bersama pemangku kebijakan terkait, kata dia, melakukan evakuasi masyarakat yang terdampak banjir serta melakukan asesmen dan upaya lainnya.
Selain itu, kata dia, BPBD Sumut juga melakukan koordinasi dalam hal penanganan bencana di lokasi terdampak.
"Kondisi terkini, berdasarkan laporan, banjir di sejumlah lokasi mulai surut," katanya.