- Tujuh anggota Satresnarkoba Polrestabes Surabaya dimutasi pada Selasa, 3 November 2026, karena diduga melanggar standar operasional prosedur terkait penangkapan kader Partai Gerindra.
- Partai Gerindra menyatakan para oknum polisi tersebut diduga meminta uang sekitar lima puluh juta rupiah dari pihak yang ditangkap.
- Partai Gerindra menghormati proses hukum kepolisian, memastikan tidak ada intervensi, serta telah memecat tiga kader mereka yang terlibat kasus tersebut.
SuaraSumut.id - Partai Gerindra mengeklaim tujuh anggota Satresnarkoba Polrestabes Surabaya yang menangkap tiga kader partainya dimutasi karena diduga meminta uang ke orang yang ditangkap.
"Kalau enggak salah Rp50 juta atau berapa begitu kan ya, minta uang. Tentu hal tersebut juga tidak bisa dibenarkan," kata Ketua Majelis Kehormatan Gerindra Habiburokhman, melansir Antara, Selasa (3/11/2026).
Namun demikian, Habiburokhman tidak merinci lebih lanjut mengenai dugaan permintaan uang tersebut.
Ia juga menegaskan tidak pernah ada komunikasi, apalagi intervensi dari Gerindra terhadap Polrestabes Surabaya terkait penanganan kasus tersebut.
Partai Gerindra menghormati proses hukum yang berjalan di pihak kepolisian dan menegaskan bahwa Gerindra juga telah memecat tiga orang anggotanya itu sebagai legislator.
"Sejak saat OTT sampai saat ini tidak pernah melakukan bentuk komunikasi berupa intervensi apapun," ungkapnya.
Di sisi lain, dia juga memastikan Gerindra sudah memberikan penindakan tegas kepada para tiga anggota DPRD itu.
"Kita saling menghormati dan kami tentu tidak akan mengintervensi apa pun," katanya.
Sebelumnya, Kapolrestabes Surabaya Kombes Luthfie Sulistiawan menjelaskan alasan mutasi tujuh anggota Satresnarkoba ke jajaran kepolisian sektor karena adanya dugaan pelanggaran standar operasional prosedur (SOP).
Namun, ia tidak merinci apakah dugaan pelanggaran tersebut berkaitan dengan penanganan kasus pesta narkoba yang melibatkan tiga anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dari Partai Gerindra.
"Mutasi di jajaran Polrestabes Surabaya, dan terkait dengan tujuh anggota Satnarkoba yang memang terkena mutasi, itu memang saat ini diduga ada dugaan pelanggaran terhadap SOP," kata Luthfie.