Scroll untuk membaca artikel
M Nurhadi
Senin, 10 Agustus 2020 | 18:14 WIB
Polisi mengamankan Z, 46 tahun (wajah disensor), warga Jorong Lubuk Gadang, Nagari Parit, Kecamatan Koto Balingka yang diduga melakukan penganiayaan yang menyebabkan hilangnya nyawa seseorang (Padangkita.com/Ist)

Nahas, saat tiba di pusat kesehatan, M menghembuskan nafas terakhirnya. Warga menangis, tenaga kesehatan yang menerima jasad M tidak bisa berbuat apa-apa. Mereka memang ahlinya menyelamatkan, namun bukan berarti mereka mampu menghidupkan nyawa yang sudah kembali kepada Tuhan. Untuk keperluan pemeriksaan dari pihak yang berwenang, mayat tersebut untuk sementara harus diperika.

Tidak butuh waktu lama bagi kepolisian untuk mengamankan pelaku. Usai menerima laporan pihak keluarga pada hari Sabtu (8/8/2020) lalu, polisi segera bergerak mengamankan pelaku.

"Kasus ini saat ini dalam proses penyidikan oleh penyidik sesuai dengan Laporan Polisi Nomor: LP/ 076/ VIII / 2020/ Sek SB," ujar Kasat Reskrim Polres Pasbar AKP Omri Sahureka yang juga turut serta mengamankan pelaku.

Sembari sesekali menjelaskan kronologi kejadian, Omri Sahureka pada Senin (10/8/2020) menuturkan, masih belum mendapatkan alasan dibalik tindakan tersangka. 

Baca Juga: Ada Fenomena Alam Awan Tsunami di Meulaboh Aceh, Ini Penjelasan BMKG

Namun, saat misteri alasan tersangka melakukan tindakan keji tersebut belum terungkap, kabar burung tersebar di tengah-tengah masyarakat sekitar.

Seperti yang disebutkan Kepala Jorong Lubuk Gadang, Isman, ia menyebut, masyarakat di daerahnya menduga, pelaku melakukan hal itu bukan atas kemauannya sendiri, melainkan sedang kerasukan makhluk gaib. Bukan tanpa alasan, Isman mengaku, selama ini tersangka tidak pernah berbuat hal serupa.

Layaknya warga pada umumnya, Isman dikenal sebagai pribadi yang tidak temperamen bahkan cenderung baik. Dalam sepengetahuannya, selama ini pelaku juga tak memiliki masalah dengan korban.

“Sebatas pengetahuan kita di sini, pelaku dan korban tidak ada masalah sama sekali. Pelaku juga selama ini dalam keadaan sehat dan bersikap normal,” ujar Isman sambil sesekali mencoba mengingat-ingat momen antara pelaku dan korban.

Baca Juga: Kondisi Terakhir Wali Kota Banjarbaru Sebelum Meninggal Akibat Covid-19

Load More