SuaraSumut.id - Warga di Desa Ujong Blang Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe menanam pohon pisang di tengah jalan.
Pasalnya, masyarakat setempat mulai resah karena kerap terjadi kecelakaan di jalan itu. Kondisi jalan berlubang dan rusak terjadi sejak setahun terakhir, dan sudah banyak memakan korban.
Terdapat empat titik lokasi jalan berlubang dan rusak parah di kawasan jalan menuju tempat wisata Pantai Ujong Blang tersebut.
"Warga sengaja menanam pohon pisang di tengah jalan rusak sebagai bentuk protes kepada pemerintah, karena rusaknya jalan tersebut kerap terjadi kecelakaan dan memakan korban,"kata Ketua Pemuda Ujong Blang Sapurddin, dilansir Antara, Rabu (25/11/2020).
Warga protes karena kondisi jalan sangat membahayakan, karena jalan tersebut sering dilalui oleh warga setempat.
"Meskipun kondisi jalan rusak sejak setahun terakhir ini, tapi pemerintah belum ada menanggapi persoalan ini. Jangan sampai memakan banyak korban baru ditanggapi,"katanya.
Salah seorang warga yang tinggal di pinggir jalan rusak tersebut Azizah mengatakan pohon pisang itu di tanam sejak empat hari lalu karena banyak pengguna jalan yang jatuh hingga luka parah.
"Semoga saja dengan ditanamnya pohon pisang ini, pemerintah cepat memperbaiki jalan tersebut,"katanya.
Dalam sepekan terakhir, jalan tersebut sudah memakan tiga korban. Bahkan ada yang luka parah.
Baca Juga: Polisi Tetapkan Dua Tersangka Kasus Perdagangan Manusia di Lhokseumawe
"Seminggu ini ada tiga orang yang jatuh di jalan ini," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Korupsi Rp18,7 Miliar, Wakil Bupati Indramayu Resmi Ditahan, Lucky Hakim Masih Bungkam
- 5 Rekomendasi Sepatu untuk Jalan Kaki 20 Ribu Langkah, Empuk dan Tidak Cepat Pegal
- Cetak 6 Gol dalam 6 Laga Bersama Persija, Shin Tae-yong Angkat Topi untuk Alexander Jeremejeff
- Cara Menggunakan Minyak Zaitun Mustika Ratu untuk Wajah dan Rambut
- Bisakah Bedak Marcks dan Air Mawar Viva untuk Mengunci Makeup? Begini Caranya
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
Dari AI yang Menjawab ke AI yang Bertindak
-
BRI Siapkan Buyback Saham hingga Rp1 Triliun, Bidik Optimalisasi Nilai Pemegang Saham
-
SULE-WM Lampaui Target, Pengelolaan Sampah Plastik Tembus 4.000 Ton
-
Waspada Potensi Banjir di Sumut, BMKG Prediksi Hujan Lebat 23-25 Oktober
-
Pegadaian-OJK Sumut Edukasi Mahasiswa soal Investasi Emas dan Bahaya Pinjol Ilegal