SuaraSumut.id - Polrestabes Medan mengambil alih proses penyidikan kasus seorang bocah tewas digigit anjing di Jalan Sagu Raya, Perumnas Simalingkar A, Kelurahan Mangga, Kecamatan Medan Tuntungan.
"Terhadap dugaan perkara meninggalnya seorang anak yang digigit anjing sudah kita tarik ke Polrestabes Medan. Akan ditangani oleh penyidik yang berkapasitas lebih baik, agar tidak ada kesalahan dalam proses penyelidikan," kata Wakasatreskrim Polrestabes Medan, Kompol Rafles Marpaung, Rabu (16/5/2021).
Rafles menjelaskan, pihaknya masih mendalami unsur pidana dalam kasus itu. Beberapa orang telah dipanggil untuk memberikan keterangan dalam memudahkan proses penyidikan.
"Beberapa saksi sudah kita panggil, ada tiga orang saksi. Termasuk pemilik anjing dan orang tua korban. Namun kami belum menemukan unsur pidananya," ungkapnya.
Saat ini pihaknya masih menunggu hasil autopsi dan pemeriksaan organ jaringan pada luka akibat gigitan anjing, termasuk jaringan yang terkena obat. Kekinian penyebab kematian korban belum diketahui sehingga kasus tersebut masih dalam tahap lidik.
"Sehingga karena penyebab kematiannya belum diketahui makanya kami belum menaikkan statusnya ke tahap sidik, apalagi menentukan siapa tersangka," ungkapnya.
Diberitakan, MR seorang bocah berusia 10 tahun tewas usai digigit anjing peliharaan milik tetangganya. Saat itu korban pergi keluar rumah untuk pergi ke warung untuk membeli jajan di Jalan Sagu Raya.
Pihak keluarga telah membawa korban ke rumah sakit untuk disuntik vaksin Rabies. Namun, tuhan berkata lain dan MR meninggal dunia. Kasus tersebut telah dilaporkan ke pihak berwajib, keluarga meminta penegak hukum dapat memberi keadilan kepada mereka.
Kontributor : Muhlis
Baca Juga: Tertangkap Basah, Maling Motor Diamuk Warga di Kalideres
Berita Terkait
Terpopuler
- Wabup Syaefudin Ditahan karena Kasus Korupsi, Bupati Lucky Hakim Minta Maaf ke Pemilih
- Dingatkan Teddy Segera Akhiri Pidato, Prabowo: Letkol Ngatur Presiden
- Ajudan Gubernur Kaltim Masuk Desil 1 DTSEN, Mensos Buka Suara
- 4 Sunscreen Wardah untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas
- Tak Masuk Skuad Utama Persija, Kualitas Shayne Pattynama di Bawah Standar Shin Tae-yong
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
Indonesia Pimpin Ctif Council, Perkuat Kerja Sama Intelijen Hadapi Ancaman Terorisme
-
Imigrasi Sumut Sosialisasikan Rancangan Aksi Perubahan Simpel DBI
-
Effendi Simbolon Soroti Beasiswa LPDP dan KIP Kuliah, Minta Mahasiswa PTS Diperhatikan
-
Puluhan Santri Diduga Keracunan Usai Santap Nasi Bungkus saat Acara HSN Pemkab Deli Serdang
-
UHN Bidik Investasi Rp1 Triliun untuk Smart Campus dan Rumah Sakit