SuaraSumut.id - Pedagang wanita diduga dianiaya preman di Pajak Gambir, Kecamatan Percut Sei Tuan, Deli Serdang, Sumatera Utara, mengaku masih takut untuk berjualan.
Pasalnya, masih ada preman lain yang dituding menganiaya korban LW (37) masih belum ditangkap.
"Khawatir bang, makanya kami gak berani keluar rumah jika mereka tidak ditangkap tiga orang itu, takut ada ancaman nanti," katanya, melansir digtara.com--jaringan suara.com, Kamis (9/9/2021).
Selain dirinya, anak-anaknya juga enggan keluar rumah dan tidak berani sekolah karena masih merasa trauma.
"Anakku kelas 6 SD, Anak anakku takut bang, trauma mereka," katanya.
Korban yang sehari-hari berjualan di pasar mengaku belum berjualan lagi sejak kejadian itu. Dirinya juga mengaku bingung untuk menghidupi keluarga ke depan.
"Dari hari Minggu udah tidak jualan lagi, hanya jualan saja yang diandalkan, tidak ada yang lain, kami masih berutang di bank sekitar 7 juta lebih karena baru beli rumah 2 bulan lalu," katanya.
Ia berharap petugas kepolisian menangkap pelaku lainnya, agar dirinya bisa berjualan lagi tanpa ada gangguan dari preman pasar.
"Berharap bang semua pelaku tertangkap, biar bisa jualan lagi aku," katanya.
Baca Juga: Dampak Pandemi, Kisah Pengrajin Batik di Balikpapan Selamatkan Usaha dengan Membuat Masker
Diberitakan, video yang menunjukkan pria diduga preman menganiaya pedagang wanita di Pajak Gambir, Kecamatan Percut Sei Tuan, Deli Serdang, Sumatera Utara viral.
Pelaku dengan semena-mena memukuli wanita penjual sayur hingga tersungkur. Dalam video tampak pria memakai baju coklat lengan panjang memukuli, menendang wanita yang mengenakan baju merah jambu, sembari berkata-kata kasar.
Korban mencoba melawan, namun tidak cukup kuat. Korban pun mengerang kesakitan. Sedangkan anak korban yang tak tahan melihat penyiksaan ibunya, merekamnya lewat ponsel.
Informasi dihimpun, korban diketahui bernama Liti Wari Iman Gea (37). Insiden terjadi pada Minggu (5/9/2021). Saat itu korban yang sedang mencari nafkah didatangi dua orang dan diduga melakukan pungutan liar (pungli) dengan meminta sejumlah uang.
Korban yang menolak membuat pria itu mengamuk. Salah satu pria diduga preman dengan beringasnya menghajar wanita malang tersebut, hingga babak belur. Terkait dengan viralnya video preman ini, polisi langsung bertindak dan menangkap seorang pelaku yang menganiaya korban.
"Pelakunya sudah ditangkap," kata Kanit Reskrim Polsek Percut Sei Tuan AKP M Karo Karo kepada SuaraSumut.id, Selasa (7/9/2021).
Tag
Berita Terkait
-
Tragis! Suami Gorok Leher Sendiri Usai Aniaya Istri hingga Tewas
-
Tak Terima Pacarnya Dipandangi, Pria Denpasar Mengamuk, Aniaya Pemuda hingga Babak Belur
-
Aniaya Istri hingga Tewas, Pria Ini Ditangkap Polisi
-
Pria Aniaya Pedagang Wanita di Deli Serdang Ditetapkan Jadi Tersangka
-
Viral Pedagang Wanita Dianiaya di Deli Serdang, Polisi: Pelaku Sudah Ditangkap!
Terpopuler
- Andre Taulany Resmi Nikahi Amanda Rigby, Mantan Istri Erin: Hamil Duluan Kali
- Kiai Sahal Gontor ke Prabowo: Saya Ngomong Agak Tidak Enak, Sorry ye...
- Sah Nikahi Amanda Rigby, Ramalan Lama Hard Gumay Tentang Asmara Andre Taulany Jadi Kenyataan?
- Erin Taulany Klarifikasi Soal Komentar Hamil Duluan: Sumpah Demi Allah Akun Saya Dibajak
- Media Israel Sindir Presiden Prabowo: Setahun Lalu Dukung Kami Sekarang Teriak Free Palestina
Pilihan
-
Miras Oplosan Tewaskan 4 Orang di Cianjur, 2 Korban Masih Kritis
-
Tangis Ibrahim al-Madani Saat Pertama Azan di Masjidil Haram, Sang Muazin Tutup Usia di 51 Tahun
-
Merumuskan Kembali Bisnis Media Masa Depan di Local Media Summit 2026
-
KPK OTT Bupati Bolaang Mongondow Utara Sirajudin Lasena
-
KPK Geledah Rumah Mewah Polisi Yayat Sudrajat di Depok, Terkait Kasus Suap Bekasi
Terkini
-
Kunjungi AMPI Sumut, Zigo Rolanda Siap Bawa Semangat Baru Maju Caketum DPP
-
Ketua DPRD Sumut Erni Diperiksa Polda Sumut, Tegaskan Tak Berkaitan dengan Perkara Dhody Thahir
-
Investasi Syariah Makin Dilirik, BRI Wealth Management Dorong Strategi Diversifikasi
-
Komplotan Pencuri Motor Antarprovinsi Ditangkap di Medan, 71 Kali Beraksi, 2 Ditembak
-
Pemuda 18 Tahun Diamankan Polisi di Simalungun, Lima Paket Ganja Ditemukan