SuaraSumut.id - Sebanyak 105 tersanga penyalahgunaan narkotika diciduk jajaran Polrestabes Medan saat menggelar Gerebek Kampung Narkoba (GKN) dalam rangkain Operasi Anti Narkotika (Antik) Toba 2022.
Polisi juga turut mengamankan barang bukti narkoba berupa sabu sebanyak 2,1 kg, ganja seberat 478,84 gram, 7 butir ekstasi, 46 unit mesin judi jackpot, 1 unit mesin judi tembak ikan, 25 unit sepeda motor, dan 4 buah senjata tajam.
Kasat Narkoba Polrestabes Medan Kompol Rafles Marpaun mengatakan, Operasi Antik Toba ini digelar mulai tanggal 02 Februari sampai dengan 22 Februari 2022.
"Operasi Antik ini kita menentukan target operasi (TO) orang sebanyak 23 tersangka, TO tempat 30 lokasi, dan TO GKN (Gerebek Kampung Narkoba) 6 lokasi. Jumlah kasus Non TO 33 kasus, 44 tersangka ," katanya, Senin (14/3/2022).
Rafles mengatakan, dari 105 tersangka, pihaknya menahan 82 tersangka, kemudian 15 tersangka melaksanakan asesemen terpadu di BNNP Sumut.
"Yang melaksanakan asesemen medis ada 8 tersangka, mereka orang orang yang diamankan tanpa barang bukti tapi positif tes narkoba," katanya.
Kasat mengatakan dari hasil analisis Operasi Antik Toba 2022 ini pihaknya mendapati bahwa ternyata banyak kampung kampung narkoba yang harus kita tindaklanjuti di Kota Medan sekitarnya.
"Jadi walaupun Operasi Antik Toba sudah berakhir GKN tetap dilaksanakan. GKN ini adalah tindakan bersama-sama lintas sektoral dan lintas instansi dimana kita juga menggandeng sektor yang terkait Pemko Medan, Pemkab Deli Serdang," ucap Rafles.
Menurutnya, GKN adalah tindakan pencegahan agar masyarakat tidak menjadi korban penyalahgunaan narkoba.
Baca Juga: Dua Pria Pencuri Besi Rel Kereta Api di Deli Serdang Ditembak Polisi
"Dimana dengan pelaksanaan GKN kesempatan masyarakat untuk menjadi korban atau penyalahgunaan narkoba itu menjadi semakin sedikit," jelasnya.
"Jadi kalau dilihat hasilnya banyak yang lari (pemadat kabur), barang buktinya sedikit itu wajar, karena hasil yang kita capai bukan banyaknya BB atau banyaknya pelaku melainkan tempat-tempat yang dijadikan penyalahgunaan narkoba menjadi semakin sedikit," sambung Rafles.
Parahnya lagi, persoalan narkoba juga menjadi biang kerok tindak kejahatan di Kota Medan.
"Karena sebagaimana yang sudah kita pelajari bahwa yang mengakibatkan perilaku agresif hingga nekat melakukan tindakan kejahatan lain itu narkoba. Narkoba sangat berkaitan erat dengan tindak pidana lain," tukasnya.
Kontributor : M. Aribowo
Berita Terkait
-
Ancam Polisi Pakai Sajam, Buron Begal dan Jambret di Medan Ditembak Mati
-
Polrestabes Medan Petakan Lokasi Parkir di Medan, Ini Tujuannya
-
Polisi Gerebek Kampung Narkoba di Deli Serdang, 3 Orang Ditangkap
-
Propam Polrestabes Medan Sita 27 Senpi Personel, Begini Penyebabnya
-
Polisi Sikat 48 Bandit Jalanan di Medan, 1 Tewas Ditembak
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina
- Konser Andrea Bocelli di Borobudur Tetap Digelar, KIBBM Siapkan Tablig Akbar Penolakan
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Revora 2026 Bakal Hadirkan 1.000 Mobil di Kawasan Lapangan Merdeka Medan, Ini Jadwal dan Keseruannya
-
150 Ribu Batang Ganja Dimusnahkan di Madina, Ladang Seluas 5 Hektar Ditemukan di Pegunungan
-
SIPEF dan KIS Bangun Pabrik BioCNG di Simalungun, Ubah Limbah Sawit Jadi Energi Bersih
-
Imigrasi Kualanamu Pastikan Kelompok Rentan Mendapat Akses Layanan Paspor yang Setara
-
Remaja di Medan Pukul Teman hingga Tewas Gegara Kesal Dimaki