SuaraSumut.id - Sebanyak 31 pekerja migran Indonesia (PMI) ilegal yang diamankan di Polda Sumut dipulangkan ke daerah asalnya.
Melansir digtara.com--jaringan suara.com, Kamis (31/3/2022), para PMI ini dipulangkan menggunakan bus dan pesawat.
Kasubdit IV Renakta Polda Sumut, Kompol Feriana Gultom mengatakan, para PMI ini sudah 10 hari berada di Polda Sumut.
"Kami menyerahkan 31 orang PMI ke BP2MI untuk dikembalikan ke daerah masing-masing," katanya.
Feriana mengatakan, kebanyakan para PMI dipulangkan ke daerah Jawa.
"Ada Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Lampung juga ada," katanya.
Salah seorang PMI mengaku senang bisa pulang ke kampung halamannya.
"Senang bisa pulang, kumpul dengan keluarga bang," katanya.
Sementara itu, Euis yang berasal dari Majalengka mengaku kapok. Ia mengaku awalnya mengira perjalanan resmi menuju Malaysia.
Baca Juga: Tak Boleh Ditunda! IDI Harus Berhentikan Terawan 28 Hari Setelah Muktamar ke-31
"Saya pikir resmi, kena tipu, kapoklah pakai jasa seperti ini," jelasnya.
Dalam kasus ini, Polda Sumut menetapkan delapan tersangka.
Diketahui, kapal pengangkut 86 PMI ilegal karam di perairan Tanjung Api, Asahan, Sabtu (19/3/2022). Akibat kejadian ini 2 orang PMI tewas.
Kapal berangkat dari Sungai Nibung, Pematang Sungai Baru Kecamatan Silau (Asahan), berangkat pada 19 Maret 2022 sekita pukul 03.00 WIB.
Selang beberapa jam setelah lepas dari dermaga, terjadi masalah di kapal tersebut hingga terjadi karam.
Berita Terkait
-
Malaysia Perketat Pemeriksaan Terhadap Pendatang, Sepanjang 2022 Tercatat 640 PMI Dideportasi
-
Donor Darah di Palembang Bakal Dapat Minyak Goreng, Digelar PMI
-
Tersangka Kapal Karam Pembawa PMI di Perairan Sumut Bertambah Jadi 7 Orang
-
Tersangka Kapal Karam Angkut PMI Jadi 5 Orang, Kapolda Tegaskan Pengiriman PMI Ilegal Jangan Terulang!
Terpopuler
- Cara Menghilangkan Iklan yang Tiba-Tiba Muncul di Layar HP Android Tanpa Aplikasi Tambahan
- Ajudan Gubernur Kaltim Masuk Desil 1 DTSEN, Mensos Buka Suara
- Wabup Syaefudin Ditahan karena Kasus Korupsi, Bupati Lucky Hakim Minta Maaf ke Pemilih
- Sepasang Sepatu Nike dari Manhattan dan Cerita di Balik Sosok Jenderal Maruli Simanjuntak
- 4 Moisturizer Skintific untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun, Wajah Cerah dan Awet Muda
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
Jangan Anggap Aman! Vape Ternyata Punya Risiko Serius bagi Kesehatan
-
Empat Orang Ditangkap Terkait Dugaan Fasilitasi Jarimah Zina Online di Aceh Barat
-
Kakanwil Imigrasi Sumut Hadiri Pelantikan DPP Horas Bangso Batak, Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor
-
Pecatan TNI Gadaikan 13 Mobil Rental di Dairi untuk Berjudi, Modus Kampanye Pilkades
-
Driver Taksi Online Dirampok Lalu Jasadnya Dibuang ke Asahan, 2 Pelaku Ditangkap dan Ditembak