SuaraSumut.id - Kasus pengeroyokan yang dialami Candra (30), warga Medan yang terjadi Juni 2021 silam, hingga kini Kamis (1/9/2022), tidak jelas kelanjutannya. Padahal, pengacara korban telah membuat laporan ke pihak kepolisian.
Mirisnya lagi, tiga orang pelaku penganiayaan dan pengeroyokan yang sudah ditetapkan tersangka tidak kunjung ditahan. Bahkan, mereka kembali memprovokasi yang membuat korban merasa tidak aman.
Pengacara korban, Alamsyah Putra Pulungan mengatakan, pihaknya telah mengirim surat kepada Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo.
Sesaat setelah melayangkan surat ke Kapolri terkait kasusnya, pihak kepolisian Polda Sumut sempat memanggilnya dan berjanji akan menuntaskan kasus tersebut.
"Tapi sampai saat ini tidak ada perkembangan apa-apa juga, padahal katanya sudah atensi tapi pelaku masih bebas berkeliaran," kata Alamsyah kepada wartawan.
Tak pelak, atas kondisi ini pihak korban mengaku sangat kecewa dengan penanganan perkara tersebut. Alamsyah juga menyoroti kinerja Polsek Patumbak yang menurutnya sangat tidak memuaskan.
"Sampai saat ini korban sangat kecewa, keluarga korban kecewa, karena setiap hari pelaku melakukan provokasi, nggak nyaman," kecewa Alamsyah.
Lebih lanjut, dia juga berpandangan apa mesti viral dulu baru kasusnya ditangani oleh pihak kepolisian.
"Di level paling bawah akar rumput kami tak bisa mendapatkan keadilan," kata Alamsyah.
Baca Juga: 3 Mahasiswa UIN Raden Mas Said Surakarta Tersangka Penganiayaan, Kampus Bakal Beri Sanksi Tambahan
Pengacara korban ini juga percaya kiranya kepolisian dapat menjadi penegak hukum yang adil dalam menyelesaikan perkara pengeroyokan tersebut.
"Kami berharap polisi bisa menjalankan amanah undang-undang melindungi seluruh segenap bangsa indonesia, agar darahnya tidak tumpah. Kami percaya polisi bisa memberikan penegak hukum yang adil," pungkasnya.
Sebelumnya bahkan, Candra yang menjadi korban penganiayaan ini mendengar kabar kalau dirinya menjadi tersangka kasus penganiyaan gegara membela diri saat dikeroyok sejumlah orang di rumahnya.
Kecewa dengan proses hukum yang berjalan di Polsek Patumbak, Candra yang seharinya bekerja sebagai buruh bangunan ini melalui kuasa hukumnya meminta perlindungan dengan menyurati Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Selasa (19/4/2022).
Kasus ini sendiri bermula ketika pada akhir Juni 2021 silam, korban didatangi para pelaku yang merupakan tetangganya, lalu melakukan kekerasan dengan mengeroyok Candra.
Pemicu pengeroyokan ini hanya karena korban berbicara dengan keluarganya di rumah, kalau ada tetangganya yang terpapar Covid-19.
Berita Terkait
-
Satu Pelaku Pembacokan Jari Warga di Sumut Ditangkap
-
Polisi Tangkap Pelaku Penganiayaan Suami dan Istri Sedang Gendong Anak di Jeneponto
-
Polisi Acak-acak Kampung Narkoba di Jalan Perjuangan Patumbak, 4 Pemadat Terciduk
-
Sadis! Seorang Anak Tega Menganiya Ibu Kandung Karena Tak Terima Ditegur
-
Balita di Sidakarya Diduga Dianiaya Pacar Ibunya, Penyiksaannya Miris
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
Terkini
-
Ratusan Pelajar SMA di Karo Diduga Keracunan MBG, Terungkap SPPG Milik Kodim
-
Pemerintah Resmikan SRAK Gajah Sumatera dan Kalimantan 20262036, Ini Rinciannya
-
Guru di Labura Jadi Terdakwa Usai Tegur Siswi, Begini Penjelasan Jaksa dan Polisi
-
Siswa SMA Negeri di Karo Diduga Keracunan Massal Usai Santap MBG
-
Baru Turun dari Kapal, PMI Ditangkap Bawa 8 Kg Sabu