"Apabila dari hasil penyitaan tidak mencukupi, terdakwa harun menjalani hukuman tambahan 3 tahun 6 bulan penjara," jelas Ketua Majelis Hakim Kadar Noh di Pengadilan Negeri Ternate, Kamis (26/9/2024).
Selain Abdul Gani, KPK juga menetapkan dua tersangka lain, yaitu mantan Ketua DPD Gerindra Maluku Utara, Muhaimin Syarif, dan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Maluku Utara, Imran Jakub. Keduanya diduga sebagai pemberi suap.
Nama Bobby sendiri mencuat dalam sidang perkara tersebut. Kepala Dinas ESDM Malut, Suryanto Andili mengungkap istilah "Blok Medan" sebagai sebutan untuk tambang yang disebut milik Bobby Nasution.
Ia menyampaikan informasi itu saat menjadi saksi dalam sidang kasus suap pengurusan Izin Usaha Pertambangan (IUP) yang menyeret Abdul Gani.
"Saya hanya tahu dari Pak Gub, itu punya Medan, Bobby Nasution," kata Suryanto dalam sidang di Pengadilan Negeri Ternate, Rabu (31/7/2024).
Suryanto mengaku pernah berkunjung ke Medan bersama Muhaimin Syarif dan Abdul Gani untuk membicarakan investasi di Maluku Utara.
Pernyataan ini diperkuat oleh pengakuan Abdul Gani yang menyebut pernah bertemu langsung dengan Bobby di Medan untuk membahas IUP.
"Kami bertemu langsung di Medan, membahas soal IUP," cetus AGK.
Namun, Abdul Gani kemudian menyebut bahwa tambang yang dimaksud sebenarnya adalah milik Kahiyang Ayu, istri Bobby Nasution.
"Blok Medan itu milik istrinya Bobby, Wali Kota Medan," kata Abdul Gani.
Berita Terkait
-
Luncurkan Teras Pelajar Sumut Berkah, Gubsu Bobby Siapkan Ruang Kreativitas-Pengembangan Bakat Siswa
-
KPK Sita 4 Mobil Mewah dari Tenaga Ahli dan Adik Eks Kepala BNPB Suharyanto
-
Kolaborasi Kapolri-Gubsu Bobby Nasution, Upaya Pemberantasan Narkoba di Sumut Tambah Kuat
-
KPK Sita BMW Milik Tenaga Ahli Eks Kepala BNPB Suharyanto
-
Geledah Kantor BPK Jateng, KPK Sita Ratusan Juta Rupiah Terkait Kasus Klaten
Terpopuler
- Cara Menghilangkan Iklan yang Tiba-Tiba Muncul di Layar HP Android Tanpa Aplikasi Tambahan
- Ajudan Gubernur Kaltim Masuk Desil 1 DTSEN, Mensos Buka Suara
- Wabup Syaefudin Ditahan karena Kasus Korupsi, Bupati Lucky Hakim Minta Maaf ke Pemilih
- Sepasang Sepatu Nike dari Manhattan dan Cerita di Balik Sosok Jenderal Maruli Simanjuntak
- 4 Moisturizer Skintific untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun, Wajah Cerah dan Awet Muda
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
Jangan Anggap Aman! Vape Ternyata Punya Risiko Serius bagi Kesehatan
-
Empat Orang Ditangkap Terkait Dugaan Fasilitasi Jarimah Zina Online di Aceh Barat
-
Kakanwil Imigrasi Sumut Hadiri Pelantikan DPP Horas Bangso Batak, Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor
-
Pecatan TNI Gadaikan 13 Mobil Rental di Dairi untuk Berjudi, Modus Kampanye Pilkades
-
Driver Taksi Online Dirampok Lalu Jasadnya Dibuang ke Asahan, 2 Pelaku Ditangkap dan Ditembak