- Meutya Hafid mendorong ibu-ibu pelaku UMKM untuk menguasai digitalisasi.
- Digitalisasi diharapkan memperluas pemasaran dan mendorong pertumbuhan ekonomi.
- Ibu-ibu harus waspada terhadap penipuan online saat menjalankan UMKM digital.
SuaraSumut.id - Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengajak ibu-ibu, khususnya pelaku UMKM untuk lebih melek digital agar bisa memasarkan produk mereka lebih luas.
"Dengan lebih menguasai digitalisasi, kaum ibu bisa lebih mengembangkan usahanya. Kalau dulunya pemasaran hasil usaha hanya dengan manual, dengan digitalisasi bisa lebih luas," katanya, melansir Antara, Minggu 9 November 2025.
Dirinya menyebut Presiden Prabowo Subianto menginginkan pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan dapat mencapai 8 persen. Artinya, untuk mencapai itu semua pihak harus mampu mempercepatnya, salah satunya adalah dengan digitalisasi.
Upaya mendorong UMKM untuk lebih melek digital, juga sebagai upaya mendorong peningkatan perekonomian masyarakat. Apalagi memang selama ini UMKM menjadi salah satu pendorong bergeraknya roda perekonomian.
Pergerakan ekonomi bangsa ini akan jauh lebih besar lagi kalau kalangan ibu-ibu pelaku UMKM pindah ke digital. Itu penting, karena ke depan semua orang akan lebih senang belanja lewat online meskipun masih banyak yang berbelanja ke pasar-pasar tradisional maupun modern.
Pihaknya juga merasa perlu untuk mengingatkan bahwa di dunia online juga banyak terjadi penipuan.
"Itu juga salah satu yang kita perlu waspadai supaya ibu-ibu yang sudah melakukan UMKM digital khususnya kepada nasabah Mekaar untuk selalu menjaga diri agar tidak terjebak dengan penipuan," ujarnya.
"Online itu tidak ubahnya seperti jualan biasa di pasar-pasar, di online pun ada yang menipu, jadi harus hati-hati. Jauhi pinjaman-pinjaman online dan fokuslah pada usaha yang dijalani saat ini. PNM banyak programnya, termasuk memberikan pelatihan-pelatihan yang tentunya dengan itu bisa meng-upgrade ibu-ibu semua meningkatkan kemampuan. Jadilah UMKM tangguh dan konsisten untuk bisa lebih naik kelas lagi," katanya.
Berita Terkait
-
Pemerintah Panggil Google dan Meta agar Patuhi PP TUNAS
-
Nuon Maksimalkan Potensi Ekonomi Nasional dengan Mendorong Perkembangan Ekosistem Digital Lifestyle
-
Strategi Jitu Pemerintah Jajaki Pasar China untuk Produk Unggulan Indonesia
-
DKI Siap Jalankan PP Tunas, Pramono Anung Soroti Bahaya Konten Digital bagi Anak
-
BRI Dorong UMKM Desa Hendrosari Lewat Program Desa BRILiaN dan Wisata Lontar Sewu
Terpopuler
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
- Foto Pangakalan Militer AS di Arab Saudi Hancur Beredar, Balas Dendam Usai Trump Hina MBS
Pilihan
-
Mulai Besok! BPH Migas Resmi Batasi Pembelian Pertalite dan Solar, Cek Aturan Mainnya
-
Masyarakat Diminta Tak Resah, Mensesneg Prasetyo Hadi Tegaskan Harga BBM Belum Ada Kenaikan
-
Clara Shinta Minta Tolong, Nyawanya Terancam karena Suami Bawa Senjata Api
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
Terkini
-
Urus Paspor Sambil Ngemall, Imigrasi Medan Resmi Buka Lounge Mewah di Delipark
-
Kampung Koboi Tugu Selatan Bertransformasi Jadi Desa BRILian
-
Tersangka Penggelapan Gunakan Dana Jemaat Gereja di Aek Nabara untuk Investasi Kafe-Mini Zoo
-
Enam Warga Pakistan Dideportasi, Ini Perkaranya
-
Kepala Desa di Pidie Korupsi Dana Desa Jadi DPO, Diduga Kabur ke Malaysia