- Polisi memburu DON terkait penjualan offset beruang madu ilegal.
- ASM dan OT ditangkap dalam dua kasus satwa dilindungi.
- Pelaku terancam hukuman maksimal 15 tahun penjara sesuai undang-undang.
SuaraSumut.id - Jajaran Polrestabes Medan memburu pelaku seorang pelaku berinisial DON yang diduga sebagai penjual offset beruang madu atau bagian tubuh satwa yang diawetkan
Kapolrestabes Medan Kombes Pol Jean Calvjin mengatakan bahwa pihaknya telah menangkap ASM, seorang warga Kecamatan Medan Denai. Dia mengaku membeli offset beruang madu tersebut dari DON seharga Rp 2,5 juta.
Barang itu rencananya akan dijual kembali kepada seorang pembeli berinisial AS yang dikenalnya melalui media sosial.
"Dalam pengakuannya, tersangka ASM membeli offset beruang madu dari tersangka DON yang kini sedang dalam buruan seharga Rp2,5 juta dan akan dijual kembali kepada seseorang yang dikenalnya lewat media sosial berinisial AS," ujar Jean, Sabtu (15/11/2025).
Jean menjelaskan pengungkapan kasus itu bermula dari informasi masyarakat tentang adanya peredaran bagian tubuh beruang madu yang diawetkan.
Personel kemudian melakukan penyelidikan dan memantau pergerakan ASM, yang disebut akan mengirimkan barang tersebut ke Aceh melalui sebuah loket bus di Kawasan Sunggal.
"Petugas yang melihat tersangka ASM menenteng kotak besar langsung mengamankannya. Saat digeledah ternyata dalam kotak tersebut berisi offset beruang madu yang rencananya akan dikirim ke Lhokseumawe, Aceh," jelas Jean.
Selain memburu penjual offset beruang madu, Polrestabes Medan juga mengejar pelaku lain terkait perdagangan satwa dilindungi, termasuk sisik trenggiling. Sebelumnya, petugas menangkap tersangka OT yang hendak melakukan transaksi sisik trenggiling di Kawasan Medan Johor. Ketika tiba di lokasi, petugas langsung mengamankan OT bersama barang bukti 13 kilogram sisik trenggiling.
"Modusnya tersangka menawarkannya melalui media sosial. Dan rencananya akan dijual perkilonya senilai Rp2 juta. Seorang tersangka, OS kini tengah diburu (DPO)," ujar Jean.
Jean menegaskan seluruh pelaku perdagangan satwa dilindungi, termasuk yang terlibat dalam kasus beruang madu, akan dijerat Pasal 40 Ayat 1 Jo Pasal 21 Ayat 2 UU RI Nomor 32 Tahun 2024 tentang Perubahan atas UU RI Nomor 5 Tahun 1999 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem (KSDAE), dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara. (Antara)
Tag
Berita Terkait
-
Horor Beruang Madu Serang Warga Riau dari Belakang: Korban Pingsan, Tim WRU Pasang Jebakan
-
Tawarkan Burung Kasturi Lewat Facebook, Pria Jayapura Tak Sadar Diincar Intelijen Siber
-
Terekam Kamera Trap, 5 Pemburu Macan Tutul Jawa di Gunung Sanggabuana Diringkus, Satwa Pincang
-
Rumah Hakim PN Medan Kebakaran, Sengaja Dibakar atau Murni Kecelakaan?
-
Pria Viral Ngaku Anak Kasat Narkoba Medan Palak Pedagang di Deli Serdang Minta Maaf
Terpopuler
- Demi Ketenangan Almarhum, Orang Tua Affan Kurniawan Mohon Tak Ada Peringatan Setahun Kematian
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 12 Ikan Hias Pembawa Keberuntungan Menurut Feng Shui, Cocok untuk Akuarium di Rumah
- Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Kevin Diks Tegas Sistem Empat Bek Lebih Cocok
- Mau Terlihat Lebih Muda? Ini 5 Pilihan Warna Lipstik yang Bisa Dicoba
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
Pengibaran Bendera Bulan Bintang Picu Bentrok di Masjid Raya Baiturrahman
-
Simalungun Diguncang Gempa M 6,4: Getaran Terasa hingga Kabanjahe
-
Mau Punya Mobil Impian? BRI KKB Expo 2026 Hadir di 131 Cabang
-
Meriahkan HUT ke-81 RI, BRI Hadirkan Banyak Promo Istimewa
-
Ceria Anak Panti Sambut Kedatangan Jajaran Imigrasi Sumut