-
Bobby Nasution siapkan kompetisi desa usai Lebaran tahun ini.
-
Pemenang lomba dapat bantuan dana hingga Rp 50 miliar.
-
Jaga Desa perkuat akuntabilitas dan cegah penyimpangan dana.
SuaraSumut.id - Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Bobby Nasution, mendukung penuh agar desa-desa di wilayahnya berani berinovasi dalam pembangunan melalui skema kompetisi.
Bobby Nasution menilai langkah ini penting untuk mempercepat lahirnya tata kelola pemerintahan desa yang kreatif, berdampak, dan berkelanjutan bagi masyarakat.
Komitmen itu disampaikan Bobby Nasution usai menghadiri pengukuhan pengurus DPD dan DPC Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional serta optimalisasi program Jaga Desa di Kantor Gubernur Sumut, Sabtu (14/2/2026).
"Kami akan buka kompetisinya tahun ini, setelah Lebaran," ucap Bobby.
Menurut gubernur, Pemprov Sumut akan melakukan intervensi pembangunan desa melalui mekanisme lomba tersebut mulai 2027. Setiap desa nantinya diminta menyusun konsep pembangunan yang memiliki dampak nyata sekaligus berkelanjutan.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik tahun 2024, jumlah desa dan kelurahan di Sumatera Utara mencapai 6.113 unit. Ribuan desa itu dinilai memiliki peluang yang sama untuk menghadirkan gagasan terbaiknya.
"Desa dengan konsep pembangunan terbaik di Sumut akan diberikan bantuan dana dari pemerintah provinsi," tutur Bobby.
Bobby menegaskan hadiah yang disiapkan bagi pemenang tidak dalam jumlah kecil. Ia bahkan meminta agar nilai bantuan dapat jauh lebih besar dari angka miliaran rupiah.
"Saya minta anggarannya jangan cuma Rp 1 atau Rp 2 miliar. Kalau bisa minimal Rp 10 miliar, bahkan sampai Rp 50 miliar untuk pemenang," tegas Bobby.
Selain mendorong kompetisi, gubernur juga meminta kepala desa memanfaatkan media sosial sebagai sumber inspirasi pembangunan. Ia mencontohkan banyak kawasan bantaran sungai di berbagai kota maju ditata rapi dan memiliki nilai estetika.
"Ajak kepala desanya buka media sosial melihat arsitektur, dan pembangunan yang bagus. Jangan cuma lihat joget-joget di TikTok. Harus ada ide murni dari desa membangun wilayahnya sendiri," kata Bobby.
Ketua Umum DPP Abpednas Indra Utama menjelaskan program Jaga Desa yang dijalankan bersama Kejaksaan Agung RI bertujuan mencegah penyimpangan pengelolaan keuangan desa sekaligus memperkuat akuntabilitas.
"Program ini adalah ruang pembelajaran hukum agar tidak ada lagi konflik dalam pembangunan desa akibat ketidaktahuan regulasi," ujar Indra. (Antara)
Berita Terkait
-
Gedung Koperasi Desa Merah Putih di Gunung Akan Ditertibkan
-
Bli Nyoman dan Desa Les: Ketika sebuah Desa Tumbuh tanpa Kehilangan Akarnya
-
Nyoman Nadiana dan Perjuangan Menghidupkan Desa Les untuk Masa Depan
-
Bukan Sekadar Desa Wisata, Ini Rahasia Osing Kemiren Merawat Lingkungan Tetap Lestari
-
Genjer, Stigma, dan Kang Edai, Sang Penggerak Desa Sejahtera Astra Kemiren
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
- 5 Sunscreen Brand Jepang untuk Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harga
Pilihan
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
-
Bundaran HI Dijaga Ketat, Solidaritas Warga Mengalir: Ini Titik Logistik untuk Pendemo
-
Jelang Demo Mahasiswa, Bundaran HI Dijaga Ketat: Kendaraan Taktis Siaga, Lalin Masih Normal
-
Aksi Mahasiswa Dibatasi hingga UOB Plaza, Polda Metro Siagakan 9.242 Personel
Terkini
-
Pilu Pensiunan PTP III, Kebun Sawit di Langkat yang Jadi Tumpuan Hari Tua Diklaim Agrinas
-
Viral Wanita Dianiaya Kekasih di Jalanan Medan, Pelaku Positif Narkoba
-
Imigrasi Sumut Gelar Upacara HUT ke-81 RI, Pertegas Kedaulatan dan Integritas
-
Warga Blokade Rel Kereta di Batubara Usai Lansia Tewas Tertabrak Kereta Api
-
Gempa M 6,1 di Nias Selatan, Tidak Berpotensi Tsunami