-
Banjir bandang dan longsor di Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat menewaskan lebih dari 300 orang, dengan banyak korban masih dinyatakan hilang.
-
Sumatera Utara paling parah, mencatat 166 korban jiwa dan 103 orang hilang. Akses darat putus total, memaksa distribusi logistik via udara.
-
BNPB fokus pada pencarian korban hilang dan mengirim bantuan melalui 5 helikopter dan Starlink, karena jalur darat lumpuh total di banyak titik.
SuaraSumut.id - Akhir November 2025 menjadi momen kelabu bagi Pulau Sumatera. Bencana hidrometeorologi basah atau banjir bandang dan tanah longsor menghantam tiga provinsi sekaligus, Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat.
Data terbaru yang dirilis Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Sabtu (29/11) menggambarkan situasi yang sangat memprihatinkan, di mana total korban jiwa dari ketiga provinsi tersebut telah menembus angka 300 orang.
Kepala BNPB, Letjen TNI Dr. Suharyanto memimpin langsung operasi tanggap darurat di lapangan. Fokus utama saat ini bukan lagi sekadar pendataan, melainkan pacu waktu untuk pencarian korban hilang dan menembus wilayah-wilayah yang terputus total dari dunia luar.
Dampak paling devastating (menghancurkan) tercatat di Provinsi Sumatera Utara. Kabupaten Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, dan Kota Sibolga menjadi titik terparah. Tim SAR gabungan bekerja ekstra keras di tengah medan yang labil.
“Sumatra Utara sekarang menjadi 166 jiwa meninggal dunia. Dalam satu hari ini bertambah menjadi 60 korban jiwa berkat operasi pencarian dan pertolongan oleh tim gabungan yang dipimpin oleh Basarnas. Kemudian ada 103 jiwa yang masih hilang,” ungkap Suharyanto.
Angka 103 orang yang masih hilang menjadi pekerjaan rumah besar bagi tim gabungan TNI, Polri, dan relawan. Akses jalan nasional Sibolga–Padang Sidempuan hingga jembatan vital di Pandan putus total, memaksa ribuan warga mengungsi di tengah keterbatasan.
Merespons jalur darat yang lumpuh total di banyak titik, BNPB menerapkan strategi jemput bola melalui udara. Bandara Silangit disulap menjadi hub logistik utama. Lima helikopter, termasuk jenis Bell 412EPI dan MI-17V5, serta pesawat Cessna Caravan dikerahkan untuk mendropping bantuan ke Tapanuli dan wilayah isolasi lainnya.
“Seperti Sibolga sampai hari ketiga penanganan darurat belum bisa kita tembus lewat udara, tapi sudah bisa kita capai melalui udara untuk pendistribusian logistik,” kata Suharyanto.
Selain logistik pangan dan genset bantuan Presiden, BNPB juga memanfaatkan teknologi satelit Starlink untuk memulihkan jaringan komunikasi di Aceh dan wilayah blank spot lainnya. Ini krusial agar koordinasi penyelamatan tidak terputus.
Baca Juga: MUI Serukan Gelar Salat Ghaib untuk Korban Bencana di Sumut hingga Aceh
Selain Sumatera Utara, kondisi di Aceh dan Sumatera Barat juga masih dalam status Siaga Merah. Berikut rincian data korban dan dampak per Sabtu (29/11):
Provinsi Aceh:
- Meninggal Dunia: 47 Jiwa
- Hilang: 51 Orang
- Pengungsi: 48.887 Kepala Keluarga (KK)
Kondisi di Jalur Banda Aceh–Lhokseumawe terputus, wilayah Gayo Lues dan Bener Meriah sulit ditembus darat.
“Untuk wilayah Aceh ada 47, kemudian 51 masih hilang dan 8 luka-luka. Ini akan berkembang terus datanya, karena ada operasi SAR gabungan yang kemungkinan akan terus menemukan korban,” katanya.
Provinsi Sumatera Barat:
- Meninggal Dunia: 90 Jiwa
- Hilang: 85 Orang
- Pengungsi: 77.918 Jiwa
Titik Terparah: Kabupaten Agam dan Pesisir Selatan.
Berita Terkait
-
MUI Serukan Gelar Salat Ghaib untuk Korban Bencana di Sumut hingga Aceh
-
Telkomsel Percepat Pemulihan Jaringan dan Salurkan Bantuan di Aceh hingga Sumatera Utara
-
Gajah Sumatera Mati Diterjang Banjir Bandang di Aceh, Bangkainya Tertimbun Kayu dan Lumpur!
-
Medan Tetapkan Status Tanggap Darurat Bencana
-
179 Dapur SPPG Terjun Membantu Korban Banjir Sumatera Utara, Bagikan Makanan Sehat untuk Warga
Terpopuler
- Sosok Arnold Aristoteles, Mantan Jenderal yang Dimarahi Menteri PU Dody Hanggodo
- Apakah Kulkas Harus Dimatikan saat Membersihkan Bunga Es? Begini Cara yang Benar
- Urutan Pemakaian Air Mawar, Moisturizer, dan Sunscreen di Pagi Hari yang Tepat
- 15 Kode Redeem FF Terbaru 27 September 2026, Lengkap Trik Jitu Dapatkan Bundle Sasuke
- 9 Bedak Padat dan Tabur Terbaik di Indomaret di Bawah 50 Ribu
Pilihan
-
Masinis Argo Bromo Anggrek Jadi Tersangka Kecelakaan Kereta di Bekasi
-
Jejak Aparat pada Kematian Pedagang Cermin saat Demo 27 Agustus 2026
-
Hasil Rapat Haji di Istana, Masa Tunggu Jadi 14 Tahun
-
Hasil Investigasi di Lapas Cibinong: Kulkas Berisi Miras hingga Perabotan Mewah Milik Kasi Kamtib
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
Terkini
-
Maling Bergaya Ninja Sikat HP-Tabung Gas Warga di Medan
-
Imigrasi Sumut Gandeng Bea Cukai dan Forkopimda, Komitmen Jaga Perairan Batu Bara
-
Doa untuk Orang Tua yang Sudah Meninggal: Arab, Latin dan Cara Mengamalkannya
-
Cara Mengatasi Rayap di Rumah agar Perabotan Kayu Tidak Cepat Rusak
-
2 Pembunuh Wakil Rektor ITB Kabanjahe Ternyata Buruh Bangunan, Pernah Kerja di Rumah Korban