- Banjir di Aceh Timur pada 3 Desember 2025 menyebabkan kerusakan dan krisis kelangkaan bahan bakar serta kebutuhan pokok.
- Jalur distribusi terganggu akibat banjir yang belum surut, mengakibatkan pasokan BBM dan elpiji sangat terbatas di pasaran.
- Kelangkaan barang pokok menyebabkan kenaikan harga signifikan karena biaya distribusi meningkat dan stok menipis di warung.
SuaraSumut.id - Banjir yang melanda Aceh Timur, tidak hanya merusak ribuan rumah dan memutus akses transportasi, tetapi juga menimbulkan krisis baru, kelangkaan bahan bakar dan kebutuhan pokok di berbagai kecamatan.
Dampak ini semakin memperburuk kondisi masyarakat yang masih berjuang memulihkan kehidupan pascabencana.
Melansir Antara, Selasa 3 Desember 2025, stok gas elpiji, minyak kendaraan baik untuk mobil maupun sepeda motor, serta berbagai kebutuhan pokok mulai langka di pasaran.
Senjumlah SPBU dan pangkalan BBM hanya mendapatkan pasokan dalam jumlah terbatas sehingga antrean warga mengular sejak subuh.
"Ada masuk, tapi antreannya panjang sekali. Banyak yang pulang tanpa dapat minyak karena stoknya cepat habis," kata salah seorang warga bernama
Reza Sahputra.
Kelangkaan juga terjadi pada gas elpiji ukuran tiga kilogram. Banyak pedagang yang kehabisan stok, sementara yang masih memiliki barang hanya bisa menjual dalam jumlah terbatas.
Kondisi ini terjadi karena jalur distribusi dari sejumlah kecamatan masih terganggu akibat banjir yang belum sepenuhnya surut, bahkan beberapa wilayah masih terisolir.
Tidak hanya bahan bakar, stok kebutuhan pokok seperti beras, telur, gula, air mineral, serta barang harian lainnya mulai menipis di sebagian pasar tradisional dan warung kecil. Terbatasnya barang membuat harga mengalami kenaikan signifikan dalam dua hari terakhir.
Ihsan, pedagang mengaku terpaksa menaikkan harga karena proses pengiriman terhambat dan biaya distribusi meningkat.
"Biasanya mobil barang masuk tiap hari. Sekarang hampir tidak ada. Barang yang ada tinggal sedikit, mau tidak mau harga ikut naik karena pasokan tidak lancar," ujar Ihsan.
Warga semakin terdesak karena dalam situasi pascabanjir, kebutuhan bahan bakar sangat penting untuk menghidupkan generator, kendaraan operasional, maupun memasak.
Minimnya pasokan kebutuhan pokok menambah tekanan bagi keluarga yang rumahnya masih terendam lumpur dan belum bisa kembali beraktivitas normal.
Hingga saat ini, warga berharap agar pasokan dapat segera ditambah dan jalur distribusi dipulihkan.
Berita Terkait
-
3 Kemenangan Prabowo Jika Masyarakat Gunakan Motor Listrik
-
Purbaya dan Bahlil Sebaiknya Beri Subsidi Langsung ke Orang Ketimbang BBM
-
Trik Rahasia Cek Motor Bekas Korban Banjir sebelum Deal: Ini 5 Opsi yang Murah
-
3 Orang Tewas saat Banjir Besar di Chiba Jepang, Hujan Ekstrem Kepung Pinggiran Tokyo
-
Membaca Daya Beli dari Antrean SPBU: Potret Ekonomi di Balik Pilihan BBM
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Mobil Listrik Makin Ramai, Changan Hadirkan Deepal S05 dan Nevo Q05 di Medan
-
Pria di Medan Ngaku Polisi, Rudapaksa dan Rampas HP Remaja Wanita
-
Hujan Deras dan Angin Kencang Terjang Medan, Belasan Rumah Warga Rusak
-
BRI Peduli Bangun 3 Posko Logistik dan Dapur Umum untuk Bantu Korban Gempa NTT
-
Pilu Pensiunan PTP III, Kebun Sawit di Langkat yang Jadi Tumpuan Hari Tua Diklaim Agrinas