- Pertamina Peduli mendistribusikan sekitar 1,7 juta liter air bersih menggunakan 191 mobil tangki di Aceh Tamiang sejak 4 Desember 2025.
- Selain suplai air, Pertamina juga mereaktivasi 12 sumur warga untuk pemulihan akses air bersih berkelanjutan pascabencana.
- Pertamina juga mendirikan Posko Medis 24 jam yang melayani keluhan umum seperti ISPA, diare, dan penyakit kronis warga terdampak.
SuaraSumut.id - Bantuan kemanusiaan dari Pertamina Peduli membawa harapan baru bagi para penyintas bencana di Kabupaten Aceh Tamiang. Dua pekan pascabencana, persoalan mendesak yang dihadapi warga adalah keterbatasan akses terhadap air bersih. Sebagian besar sumber air warga tercemar lumpur, sehingga tak layak untuk konsumsi maupun kebutuhan sanitasi.
Kondisi ini dirasakan langsung oleh Yanti, warga Kebun Tanah Kerban, Kecamatan Karang Baru. Selama beberapa waktu, ia dan keluarganya terpaksa menggunakan air parit bercampur lumpur sebagai satu-satunya sumber air untuk kebutuhan sehari-hari. Namun kini, kondisi tersebut mulai berubah. Sejak bantuan air bersih dari Pertamina Peduli tiba, Yanti dapat kembali mengakses air bersih yang didistribusikan secara rutin setiap dua hari sekali.
Mobil tangki Pertamina Peduli berkeliling dari rumah ke rumah, menyalurkan air bersih yang kemudian ditampung warga menggunakan jerigen maupun ember.
"Sangat membantulah air bersih ini. Sebelumnya kami pakai air parit. Air ini baru masuk sekitar dua minggu setelah kejadian, dan kami benar-benar terbantu," kata Yanti.
Pengalaman serupa juga dirasakan Putera, warga setempat, yang menggambarkan kondisi air sebelum bantuan datang sebagai sangat memprihatinkan. Air parit yang bercampur lumpur harus disaring terlebih dahulu sebelum digunakan, meski kualitasnya jauh dari layak.
"Kalau kami menyebut air parit itu air cappuccino, karena warnanya seperti cappuccino. Tapi mau bagaimana lagi. Begitu Pertamina kasih air masuk, alhamdulillah, sekarang sudah bisa digunakan untuk semua keperluan. Kami sangat bersyukur," ujarnya.
VP Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, menyatakan, penyediaan air bersih menjadi salah satu prioritas utama Pertamina Peduli karena merupakan kebutuhan dasar masyarakat pascabencana. Sejak 4 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026, Pertamina telah menyalurkan sekitar 1,7 juta liter air bersih kepada warga Aceh Tamiang. Distribusi dilakukan secara bergilir menggunakan 191 unit mobil tangki ke Wilayah Aceh Tamiang.
Menurutnya, selain pendistribusian air bersih secara periodik selama masa transisi darurat, Pertamina juga secara bertahap melakukan pemulihan sumber air warga.
“Permasalahan air bersih masih dihadapi masyarakat, sehingga kami tidak hanya menyalurkan air, tetapi juga mengaktifkan kembali sumur-sumur warga agar akses air bersih dapat tersedia secara berkelanjutan,” tambahnya.
Program sanitasi air ini merupakan bagian dari Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pertamina untuk mendukung pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak bencana.
Sampai saat ini Pertamina telah berhasil mereaktivasi 12 sumur di berbagai titik di Kabupaten Aceh Tamiang, meliputi Posko Pertamina Peduli di Kantor Disdukcapil Aceh Tamiang, Desa Seumadam, Desa Kejuruan Muda, Karang Baru, Desa Babo, Desa Bandar Pusaka, serta Kota Kualasimpang.
Selain bantuan air bersih, Pertamina Peduli juga menghadirkan Posko Medis yang bersiaga 24 jam untuk memberikan layanan kesehatan gratis bagi masyarakat terdampak. Posko Medis yang berlokasi di Simpang Kantor Disdukcapil Aceh Tamiang menjadi tumpuan warga yang kesulitan mengakses fasilitas kesehatan pascabencana.
Relawan dokter dari Pertamina IHC Prabumulih, dr. Betty, menjelaskan bahwa tim medis berkomitmen memberikan pelayanan penuh selama 24 jam.
“Keluhan yang paling banyak kami temui pascabencana antara lain Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), batuk, pilek, diare, serta pasien dengan penyakit kronis yang sempat terhenti pengobatannya akibat bencana,” jelas dr. Betty.
Melalui kehadiran bantuan air bersih dan layanan kesehatan terpadu ini, Pertamina Peduli menegaskan komitmennya untuk selalu hadir di tengah masyarakat, khususnya pada masa krisis. Tidak hanya memastikan kebutuhan dasar terpenuhi, Pertamina juga berupaya membantu pemulihan kondisi sosial dan kesehatan warga terdampak, agar dapat bangkit dan kembali menjalani aktivitas secara lebih layak dan aman.
Berita Terkait
-
Kabar Terbaru Stok BBM di Medan, Driver Ojol Klaim Tak Ada Antrean
-
InJourney Ajak Masyarakat Ramaikan Pertamina Grand Prix of Indonesia, Tiket Diskon Sampai 30%
-
Air PAM Macet Berbulan-bulan, Warga Pegadungan Rogoh Kocek Dua Kali demi Air Bersih
-
Tambah Armada dan Dikawal TNI - Polri, Antrean BBM di Sumatra Diklaim Mulai Normal
-
Di Balik Krisis Pertalite dan Solar: Saat Kenaikan Pertamax Memicu Efek Domino
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
JPMorgan Naikkan Rating BBRI ke Overweight, Target Harga Tembus Rp3.400
-
Korban Ketiga Ledakan Rumah Mewah di Medan Ditemukan, Total 3 Tewas
-
1 Lagi Korban Ledakan Rumah Mewah di Medan Ditemukan Tewas
-
BRI Perkuat Sinergi dengan OJK dan Kemkomdigi Berantas Scam serta Judi Online
-
Rumah Mewah Meledak di Grand Polonia Medan, 1 Ditemukan Tewas