- RSUD Muda Sedia Aceh Tamiang memulihkan layanan kesehatan berat pascabencana, meliputi ICU dan hemodialisis (cuci darah).
- Layanan cuci darah yang rusak total kini beroperasi penuh sejak 24 Desember 2025 melayani 23 dari 47 pasien terdaftar.
- Rumah sakit menerima bantuan inkubator bayi dan tempat tidur pasien, meskipun fasilitas 243 bed masih sangat kurang.
SuaraSumut.id - Pemulihan layanan kesehatan pascabencana banjir bandang dan longsor di Kabupaten Aceh Tamiang terus menunjukkan progres signifikan. RSUD Muda Sedia Aceh Tamiang memastikan sejumlah layanan medis kategori berat kini telah kembali berfungsi secara maksimal.
Direktur RSUD Muda Sedia Aceh Tamiang, Andika Putra, menyampaikan bahwa dua layanan yang kini telah aktif adalah layanan hemodialisis (cuci darah) dan Intensive Care Unit (ICU).
“Saat ini ada dua layanan berat yang sudah kembali aktif, yaitu hemodialisis atau cuci darah dan ICU,” kata Andika Putra, melansir Antara, Senin, 26 Januari 2026.
Ia mengatakan layanan cuci darah rusak total saat bencana akhir November 2025 lalu. Saat ini, seluruh peralatan telah pulih dan mulai beroperasi sejak 24 Desember 2025.
“Total pasien kami ada 47 orang yang terdaftar untuk cuci darah rutin dengan 10 alat. Pas sudah aktif, 23 orang sudah kembali cuci darah di rumah sakit ini,” ujarnya.
Saat bencana terjadi, kata Andika, semua pasien cuci darah menjalani perawatan keluar, yaitu ke rumah sakit di Langsa hingga Medan. Sekitar 24 pasien belum kembali mungkin karena belum bisa pulang lantaran rumahnya rusak berat.
"Mungkin kalau rumah mereka di sini sudah pulih, pasien akan kembali ke sini. Ini merupa salah satu prioritas layanan yang dibuka setelah UGD, rawat inap dan alat-alat, maka cuci darah," katanya.
Menurutnya, fasilitas cuci darah harus steril menggunakan instalasi RO. Saat ini kondisi mesin dan instalasi cuci darah di RSUD semuanya telah diganti baru. Sehingga dalam sehari, bisa melayani sekitar lima sampai enam pasien, aktif Senin-Sabtu.
"Biasanya pasien cuci darah itu kan, minimal seminggu dua kali. Kalau hari Sabtu layanan dilakukan setengah hari, tapi sejauh ini cuci darah ini sudah layanan optimal 100 persen," kata Andika.
Selain itu, lanjut Andika, saat ini RSUD Muda Sedia Aceh Tamiang juga menerima bantuan pengadaan Inkubator bayi dari alumni Ikatan Kedokteran Universitas Indonesia (IKUI) dan bantuan tempat tidur pasien dari pihak ketiga.
Untuk diketahui, dari total 243 bed tempat tidur di rumah sakit tinggal tersisa 60 bed akibat banjir. Padahal, dalam kondisi normal RSUD Aceh Tamiang masih kekurangan bed.
"Sekarang ini sudah banyak bantuan, mungkin ada sekitar 80 bed tempat tidur. Tapi masih butuh banyak lagi, karena 243 bed saja itu kurang. Kami masih menerima rawat inap di IGD, karena di ruangan lain belum ada tempat tidur," kata Andika.
Berita Terkait
-
Harga Material Naik, Bantuan Rumah Korban Banjir Sumatra Diusul Jadi Rp80 Juta
-
Negara Asia, Eropa Hingga Arab Berbondong-bondong Kirim Bantuan ke Venezuela, Ini Daftarnya
-
Penyintas Bencana di Pidie Jaya Ubah Dana Stimulan Jadi Modal Usaha
-
Dana Pemulihan Mulai Tersalurkan, Satgas PRR Dorong K/L dan Pemda Percepat Aksi
-
Presiden Setujui Anggaran Rp 100,1 Triliun untuk Rehabilitasi Pascabencana di Tiga Provinsi Sumatra
Terpopuler
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 8 Sunscreen di Indomaret untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 7 Pilihan HP Murah Terbaik Harga 1 Jutaan Juli 2026: NFC hingga Baterai 7000 mAh
- 4 Moisturizer di Alfamart untuk Hempas Flek Hitam Berdasarkan Review Pengguna
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Cegah Penyalahgunaan Dokumen Negara, Imigrasi Sumut Musnahkan 3.579 Paspor Usang
-
Wakil Bupati Langkat Menangis Dengar Kabar OTT Bupati Syah Afandin: Jaga Kesehatan!
-
BEM UI Desak Pemerintah Segera Tetapkan Status Bencana Nasional untuk Aceh
-
KPK Ungkap Dugaan Kasus yang Menjerat Bupati Langkat Syah Afandin
-
Ruang Kerja Bupati Langkat Disegel KPK