Suhardiman
Senin, 26 Januari 2026 | 10:50 WIB
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muda Sedia, Aceh Tamiang, mulai kembali melayani masyarakat setelah sempat lumpuh total akibat banjir besar yang melanda 3 provinsi di Sumatra. (Suara.com/Lilis Varwati)
Baca 10 detik
  • RSUD Muda Sedia Aceh Tamiang memulihkan layanan kesehatan berat pascabencana, meliputi ICU dan hemodialisis (cuci darah).
  • Layanan cuci darah yang rusak total kini beroperasi penuh sejak 24 Desember 2025 melayani 23 dari 47 pasien terdaftar.
  • Rumah sakit menerima bantuan inkubator bayi dan tempat tidur pasien, meskipun fasilitas 243 bed masih sangat kurang.

SuaraSumut.id - Pemulihan layanan kesehatan pascabencana banjir bandang dan longsor di Kabupaten Aceh Tamiang terus menunjukkan progres signifikan. RSUD Muda Sedia Aceh Tamiang memastikan sejumlah layanan medis kategori berat kini telah kembali berfungsi secara maksimal.

Direktur RSUD Muda Sedia Aceh Tamiang, Andika Putra, menyampaikan bahwa dua layanan yang kini telah aktif adalah layanan hemodialisis (cuci darah) dan Intensive Care Unit (ICU).

“Saat ini ada dua layanan berat yang sudah kembali aktif, yaitu hemodialisis atau cuci darah dan ICU,” kata Andika Putra, melansir Antara, Senin, 26 Januari 2026.

Ia mengatakan layanan cuci darah rusak total saat bencana akhir November 2025 lalu. Saat ini, seluruh peralatan telah pulih dan mulai beroperasi sejak 24 Desember 2025.

“Total pasien kami ada 47 orang yang terdaftar untuk cuci darah rutin dengan 10 alat. Pas sudah aktif, 23 orang sudah kembali cuci darah di rumah sakit ini,” ujarnya.

Saat bencana terjadi, kata Andika, semua pasien cuci darah menjalani perawatan keluar, yaitu ke rumah sakit di Langsa hingga Medan. Sekitar 24 pasien belum kembali mungkin karena belum bisa pulang lantaran rumahnya rusak berat.

"Mungkin kalau rumah mereka di sini sudah pulih, pasien akan kembali ke sini. Ini merupa salah satu prioritas layanan yang dibuka setelah UGD, rawat inap dan alat-alat, maka cuci darah," katanya. 

Menurutnya, fasilitas cuci darah harus steril menggunakan instalasi RO. Saat ini kondisi mesin dan instalasi cuci darah di RSUD semuanya telah diganti baru. Sehingga dalam sehari, bisa melayani sekitar lima sampai enam pasien, aktif Senin-Sabtu.

"Biasanya pasien cuci darah itu kan, minimal seminggu dua kali. Kalau hari  Sabtu layanan dilakukan setengah hari, tapi sejauh ini cuci darah ini sudah layanan optimal 100 persen," kata Andika.

Selain itu, lanjut Andika, saat ini RSUD Muda Sedia Aceh Tamiang juga menerima bantuan pengadaan Inkubator bayi dari alumni Ikatan Kedokteran Universitas Indonesia (IKUI) dan bantuan tempat tidur pasien dari pihak ketiga. 

Untuk diketahui, dari total 243 bed tempat tidur di rumah sakit tinggal tersisa 60 bed akibat banjir. Padahal, dalam kondisi normal RSUD Aceh Tamiang masih kekurangan bed.

"Sekarang ini sudah banyak bantuan, mungkin ada sekitar 80 bed tempat tidur. Tapi masih butuh banyak lagi, karena 243 bed saja itu kurang. Kami masih menerima rawat inap di IGD, karena di ruangan lain belum ada tempat tidur," kata Andika.

Load More