Suhardiman
Selasa, 10 Februari 2026 | 14:18 WIB
Ilustrasi Imlek. Pixabay)
Baca 10 detik
  • Imlek adalah perayaan Tahun Baru Tionghoa pada hari pertama bulan pertama kalender Lunisolar, menandai awal tahun dan harapan baru.
  • Cap Go Meh adalah penutup rangkaian perayaan Imlek pada hari ke-15, dikenal sebagai Festival Lampion, menandai akhir perayaan 15 hari.
  • Perbedaan utama terletak pada waktu, di mana Imlek adalah permulaan, sementara Cap Go Meh adalah penutup dengan tradisi lampion dan kuliner khas.

Imlek: Hari pertama bulan pertama kalender Tionghoa

Cap Go Meh: Hari ke-15 bulan pertama kalender Tionghoa

2. Makna Perayaan

Imlek: Menyambut tahun baru, harapan baru, dan keberuntungan

Cap Go Meh: Penutup rangkaian perayaan Imlek sekaligus simbol rasa syukur dan doa keberkahan.

3. Tradisi yang Menonjol

Imlek: Angpao, kumpul keluarga, petasan, dan makan bersama

Cap Go Meh: Festival lampion, pawai budaya, serta tradisi kuliner khas seperti lontong Cap Go Meh

Hubungan Imlek dan Cap Go Meh

Meskipun berbeda, keduanya tidak terpisahkan. Imlek adalah awal perayaan, sedangkan Cap Go Meh merupakan puncak sekaligus penutup dari rangkaian perayaan selama 15 hari.

Setelah Cap Go Meh, masyarakat biasanya kembali menjalani aktivitas sehari-hari dengan semangat baru. Secara sederhana, perbedaan Imlek dan Cap Go Meh terletak pada waktu dan maknanya.

Imlek menandai dimulainya Tahun Baru Tionghoa dengan harapan dan keberuntungan baru, sementara Cap Go Meh menjadi penutup perayaan yang dirayakan dengan festival lampion, doa, serta berbagai tradisi budaya yang meriah.

Memahami perbedaan ini membantu kita lebih menghargai kekayaan budaya yang hidup berdampingan dalam masyarakat Indonesia.

Load More