Suhardiman
Jum'at, 20 Februari 2026 | 13:16 WIB
Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution. [dok Pemprov Sumut]
Baca 10 detik
  • Satu tahun kepemimpinan Bobby Nasution sebagai Gubernur Sumatera Utara ditandai penanganan bencana November 2025.
  • Pasca-bencana, pemerintah segera menutup perusahaan perusak lingkungan dan memulai pembangunan hunian korban.
  • Bobby juga mengalokasikan anggaran besar serta merealisasikan program UHC berobat gratis bagi masyarakat Sumut.

SuaraSumut.id - Bobby Nasution punya pengalaman mumpuni memimpin daerah dalam kondisi bencana. Gubernur termuda se-Indonesia itu pun mencatat sejumlah prestasi dalam setahun memimpin Provinsi Sumatera Utara.

Informasi dihimpun, hari ini, Jumat, 20 Februari 2026 genap satu tahun Bobby Nasution dan Surya memimpin Sumut sejak dilantik Presiden Prabowo tahun lalu. Sama seperti kali pertama memimpin Kota Medan, Bobby juga banyak mengurusi bencana saat memimpin Sumatera Utara.

Saat menjadi Wali Kota Medan, Bobby mampu memimpin dalam kondisi bencana covid-19. Bahkan visinya menjadikan UMKM naik kelas, benar-benar dirasakan para pelaku usaha kecil dan menengah di Kota Medan.

Saat menjadi Gubernur Sumut, Bobby Kembali dihadapkan pada bencana banjir dan longsor pada November 2025. Berbagai sumber mencatat, bencana itu menjadi yang terparah sejak 5 tahun terakhir.

Sebagai pemimpin, Bobby langsung hadir ke lokasi bencana. Tapi yang tak kalah penting adalah, langkah yang ditempuh Bobby pasca bencana untuk pemulihan bagi warga penyintas.

1. Tutup Perusak Hutan

Bencana yang menimpa Sumut November 2025 kemarin terindikasi disebabkan perusahaan yang merusak hutan dan lingkungan. Bobby pun mencium indikasi itu dan tak berapa lama, ia merekomendasikan penutupan sejumlah perusahaan, salahsatunya Toba Pulp Lestari (TPL). Alhasil, pada 11 Desember 2025 pemerintah pusat resmi menutup operasional perusahaan bubur kertas tersebut.

2. Pembangunan Hunian Sementara dan Tetap

Tak sampai di situ, gerak cepat Bobby pasca bencana juga menyasar ke hunian sementara dan tetap bagi korban yang kehilangan tempat tinggal. Bobby telah memulai pembangunan huntap l 1.000 unit bagi korban terdampak banjir dan longsor di wilayahnya.

Pada 5 Februari 2026 kemarin, hunian sementara sudah bisa ditempati untuk Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Tapanuli Tengah (Tapteng), dan Tapanuli Utara (Taput) tersebut dipusatkan di lokasi Huntara Desa Simarpinggan, Kecamatan Angkola Selatan, Tapsel. Saat ini, Huntara tersebut telah ditempati masyarakat terdampak bencana sambil menunggu selesainya pembangunan hunian tetap (Huntap) oleh pemerintah.

3. Gelontorkan Anggaran Pasca Bencana

Kemudian terobosan signifikan lainnya yakni Bobby menggelontorkan anggaran Rp430 miliar untuk pemulihan bencana. Anggaran tersebut dialokasikan ke lima bidang prioritas untuk mempercepat proses pemulihan di wilayah terdampak bencana.

Alokasi terbesar berada di bidang infrastruktur, meliputi perbaikan jalan, jembatan, tanggul, normalisasi sungai, sumber daya air, serta rehabilitasi rumah, dengan total sekitar Rp275 miliar.

Selanjutnya bidang komunikasi dan informatika sebesar Rp1,68 miliar, pendidikan Rp36,8 miliar, kesehatan Rp6,9 miliar, serta bantuan keuangan kepada pemerintah daerah sebesar Rp110 miliar.

“Kita akan lalukan pergeseran anggaran untuk pemulihan pascabencana, bidang pendidikan kita bagi dua untuk infrastruktur dan SPP gratis di daerah bencana,” kata Bobby saat itu.

Load More