- BEM UI mendesak pemerintah menetapkan status bencana nasional pascabanjir yang melanda wilayah Aceh pada akhir tahun 2025 lalu.
- Hasil observasi lapangan pada Juni 2026 menunjukkan proses pemulihan infrastruktur dan penyaluran bantuan pemerintah daerah masih belum optimal.
- Aliansi mahasiswa menuntut pemerintah pusat dan daerah bersikap transparan serta memperbaiki regulasi bantuan bagi korban bencana di Aceh.
SuaraSumut.id - Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) mendesak pemerintah segera menetapkan status bencana nasional pascabanjir yang melanda sejumlah wilayah di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatra Barat pada akhir 2025.
BEM UI juga meminta pemerintah untuk transparan dalam penyaluran anggaran pemulihan bagi daerah terdampak. Desakan ini menyusul observasi lapangan yang dilakukan Departemen Kajian Strategis (Kastrat) BEM UI pada 21-28 Juni 2026.
Obesrvasi lapangan dilakukan di lima wilayah terdampak di Provinsi Aceh, yaitu Aceh Tamiang, Langsa, Lhoksukon, Bireuen, dan Pidie Jaya.
Dalam keterangan yang diterima, Jumat, 3 Juli 2026, BEM UI menyatakan proses pemulihan di sejumlah wilayah itu dinilai belum optimal.
Masih ditemukan adanya rumah-rumah yang runtuh, fasilitas pendidikan yang terbengkalai, hingga lahan perkebunan yang rusak dan tidak dapat dimanfaatkan kembali.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, mayoritas bantuan yang diterima masyarakat terdampak berasal dari organisasi non-pemerintah (NGO) dan relawan independen, bukan dari skema bantuan resmi pemerintah.
Selain BEM UI, tuntutan itu turut didukung DEMA UIN Aceh, PEMA USM Aceh, PEMA UNIDA Aceh dan Aliansi Rakyat Aceh (ARA).
Dalam pernyataan bersama, mereka mengajukan tiga tuntutan kepada pemerintah, yaitu menetapkan status bencana nasional.
Mengatur regulasi yang menyusun rincian anggaran yang disalurkan oleh pemerintah pusat kepada daerah terdampak bencana baik melalui APBN, maupun dana reprioritasi kementerian dan lembaga, serta menghentikan program-program populis yang memboroskan anggaran.
Kepada pemerintah daerah, mereka meminta mencabut izin perkebunan sawit dan tambang yang diterbitkan di Daerah Aliran Sungai (DAS).
Lalu, menyalurkan anggaran penanggulangan bencana yang telah dicairkan oleh pemerintah pusat secara transparan, akuntabel, dan tepat sasaran.
Menetapkan produk hukum mengenai pencabutan Peraturan Gubernur Nomor 2 Tahun 2026 tentang Jaminan Kesehatan Aceh (JKA) dan menuntut pemerintah pusat agar merealisasikan keseluruhan tuntutan.
BEM UI akan terus mengawal isu ini hingga ketujuh tuntutan di atas direalisasikan oleh pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Aceh.
Berita Terkait
-
Aktivis BEM UI Diserang Orang Tak Dikenal, Amnesty Singgung Kapolri Baru
-
Koordinator BEM UI Dianiaya OTK di Tebet Usai Konsolidasi Bersama UGM dan ITB
-
Detik-detik Pengurus BEM UI Diserang OTK di Tebet, Kampus Turun Tangan!
-
Sugiono Jadi Menko PMK, Bidik Renovasi 300 Ribu Sekolah dan 10 Ribu Puskesmas hingga 2029
-
Pratikno Ungkap Tugas Menko PMK ke Sugiono: Pantau Bencana hingga Pastikan Tak Ada Warga Tertinggal
Terpopuler
- Di Tangan Suahasil, MBG Jadi Prioritas Subsidi Energi Dipangkas
- Luky Alfirman Jadi Wamenkeu usai Dicopot Purbaya, Pengamat Soroti Arah Kebijakan Suahasil
- Sehari Dijabat Suyudi Ario Seto, Polri Langsung Rombak 19 Kapolda: Ini Daftar Lengkapnya!
- Tan Cheng Hoe Gerah Lihat Pemain Malaysia Larut dalam Kekecewaan: Stop Nangis
- 7 Sepatu Jalan Paling Awet yang Solnya Empuk untuk Perjalanan Jauh
Pilihan
-
Kalapas Cibinong Dipecat dari ASN, Buntut Klaster Mewah dalam Penjara
-
Resmi, Syahganda Nainggolan Jadi Kepala Bakom RI Gantikan Muhammad Qodari
-
Hadir di Istana, Pratikno Buka Suara Soal Isu Jadi Ketua Wantimpres Era Prabowo
-
Disorot Gegara Gaya Hidup Mewah, Timothy Ivan Mundur dari Deputi II Bakom RI: Ingin Introspeksi Diri
-
KBRI di Singapura Tak Punya Dokumen Soal Jenjang Pendidikan Gibran di Orchid Park dan MDIS
Terkini
-
Harga Cabai Kian Pedas Tembus Rp100 Ribu/Kg, Inflasi Sumut Terancam Kembali Naik
-
Polisi Ringkus Pencuri Komponen Tower di Medan
-
Warga Bakar Ekskavator di Lokasi Tambang Emas Ilegal di Madina, Polisi Selidiki
-
KontraS Catat 23 Kasus Kekerasan TNI di Sumut Sepanjang 2026, 27 Orang Jadi Korban
-
BRI Siapkan 41 Insan Jadi Penyuluh Antikorupsi Melalui PELOPOR 2026