Andi Ahmad S
Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:59 WIB
Kapolda Aceh Irjen Pol Ruddi Setiawan (berdiri kanan) berupaya menenangkan massa di Banda Aceh, Sabtu (15/8/2026). ANTARA/M Haris SA
Baca 10 detik
  • Bentrokan antara massa dan polisi terjadi di depan Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, pada hari Sabtu.
  • Kericuhan dipicu oleh tindakan peserta doa bersama Hari Damai Aceh yang mengibarkan bendera bulan bintang.
  • Kapolda Aceh Irjen Pol Ruddi Setiawan turun tangan langsung untuk membebaskan sejumlah warga yang sempat diamankan.

SuaraSumut.id - Kepolisian Daerah (Polda) Aceh membebaskan sejumlah warga yang sempat diamankan menyusul bentrokan dengan aparat di depan Masjid Raya Baiturrahman, Kota Banda Aceh, Sabtu.

Insiden kericuhan tersebut pecah setelah dilaksanakannya acara zikir dan doa bersama dalam rangka peringatan Hari Damai Aceh.

Kepastian mengenai pembebasan para peserta aksi tersebut disampaikan langsung oleh Kapolda Aceh, Irjen Pol Ruddi Setiawan.

Jenderal polisi bintang dua itu turun ke lapangan dan menyampaikan secara langsung keputusan pembebasan tersebut di hadapan massa.

Sebelumnya, peserta acara doa dan zikir bersama Hari Damai Aceh ke-21 berubah jadi bentrokan dengan aparat kepolisian. Massa melempar polisi dengan batu di seputaran taman kota depan Masjid Raya Baiturrahman, Kota Banda Aceh.

Bentrokan berawal dari aksi sejumlah peserta yang menurunkan bendera merah putih dan mengibarkan bendera bulan bintang di tiang bendera Masjid Raya Baiturrahman.

Polisi melepaskan tembakan gas air mata untuk membubarkan massa. Dalam aksi tersebut massa merusak dua mobil dan satu sepeda motor yang parkir disekitar masjid raya.

Usai shalat dzuhur, Kapolda Irjen Pol Ruddi Setiawan terlihat menjumpai massa dan langsung mengerubungi jenderal polisi bintang dua itu, untuk meminta agar polisi membebaskan peserta aksi yang ditahan.

Sebelumnya, Kepala Bidang Humas Polda Aceh Kombes Pol Joko Krisdiyanto mengatakan pihaknya belum mengetahui secara pasti berapa orang diamankan serta berapa orang menjadi korban kerusuhan tersebut

Baca Juga: Polda Aceh Pecat Polisi Edarkan 142 Vape Getar di Bireuen

"Kami masih mendata dampak kejadian tersebut. Jika data dan informasinya ada, nanti kami sampaikan. Kami berharap Aceh tetap aman dan kondusif," kata Joko Krisdiyanto.

Load More