- Bentrokan antara massa dan polisi terjadi di depan Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, pada hari Sabtu.
- Kericuhan dipicu oleh tindakan peserta doa bersama Hari Damai Aceh yang mengibarkan bendera bulan bintang.
- Kapolda Aceh Irjen Pol Ruddi Setiawan turun tangan langsung untuk membebaskan sejumlah warga yang sempat diamankan.
SuaraSumut.id - Kepolisian Daerah (Polda) Aceh membebaskan sejumlah warga yang sempat diamankan menyusul bentrokan dengan aparat di depan Masjid Raya Baiturrahman, Kota Banda Aceh, Sabtu.
Insiden kericuhan tersebut pecah setelah dilaksanakannya acara zikir dan doa bersama dalam rangka peringatan Hari Damai Aceh.
Kepastian mengenai pembebasan para peserta aksi tersebut disampaikan langsung oleh Kapolda Aceh, Irjen Pol Ruddi Setiawan.
Jenderal polisi bintang dua itu turun ke lapangan dan menyampaikan secara langsung keputusan pembebasan tersebut di hadapan massa.
Sebelumnya, peserta acara doa dan zikir bersama Hari Damai Aceh ke-21 berubah jadi bentrokan dengan aparat kepolisian. Massa melempar polisi dengan batu di seputaran taman kota depan Masjid Raya Baiturrahman, Kota Banda Aceh.
Bentrokan berawal dari aksi sejumlah peserta yang menurunkan bendera merah putih dan mengibarkan bendera bulan bintang di tiang bendera Masjid Raya Baiturrahman.
Polisi melepaskan tembakan gas air mata untuk membubarkan massa. Dalam aksi tersebut massa merusak dua mobil dan satu sepeda motor yang parkir disekitar masjid raya.
Usai shalat dzuhur, Kapolda Irjen Pol Ruddi Setiawan terlihat menjumpai massa dan langsung mengerubungi jenderal polisi bintang dua itu, untuk meminta agar polisi membebaskan peserta aksi yang ditahan.
Sebelumnya, Kepala Bidang Humas Polda Aceh Kombes Pol Joko Krisdiyanto mengatakan pihaknya belum mengetahui secara pasti berapa orang diamankan serta berapa orang menjadi korban kerusuhan tersebut
Baca Juga: Polda Aceh Pecat Polisi Edarkan 142 Vape Getar di Bireuen
"Kami masih mendata dampak kejadian tersebut. Jika data dan informasinya ada, nanti kami sampaikan. Kami berharap Aceh tetap aman dan kondusif," kata Joko Krisdiyanto.
Berita Terkait
Terpopuler
- Sosok Arnold Aristoteles, Mantan Jenderal yang Dimarahi Menteri PU Dody Hanggodo
- Apakah Kulkas Harus Dimatikan saat Membersihkan Bunga Es? Begini Cara yang Benar
- Urutan Pemakaian Air Mawar, Moisturizer, dan Sunscreen di Pagi Hari yang Tepat
- 15 Kode Redeem FF Terbaru 27 September 2026, Lengkap Trik Jitu Dapatkan Bundle Sasuke
- 9 Bedak Padat dan Tabur Terbaik di Indomaret di Bawah 50 Ribu
Pilihan
-
Masinis Argo Bromo Anggrek Jadi Tersangka Kecelakaan Kereta di Bekasi
-
Hasil Rapat Haji di Istana, Masa Tunggu Jadi 14 Tahun
-
Hasil Investigasi di Lapas Cibinong: Kulkas Berisi Miras hingga Perabotan Mewah Milik Kasi Kamtib
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
Terkini
-
2 Pembunuh Wakil Rektor ITB Kabanjahe Ternyata Buruh Bangunan, Pernah Kerja di Rumah Korban
-
Eks Wali Kota Sibolga Jadi Tersangka Dugaan Korupsi Pasar Ikan Modern
-
Massa Pemulung Nilai PT DPM Tak Hormati Proses Hukum
-
Perkuat Pengelolaan Anggaran Jelang Akhir Tahun, Imigrasi Sumut Gelar Coaching Clinic
-
2 Pelaku Perampokan-Pembunuhan Wakil Rektor ITB Kabanjahe Ditangkap