Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

BBPOM Medan Musnahkan Obat dan Makanan Ilegal Rp 3 Miliar

Suhardiman Kamis, 24 September 2020 | 14:51 WIB

BBPOM Medan Musnahkan Obat dan Makanan Ilegal Rp 3 Miliar
Kepala Balai Besar POM Medan I Gusti Ngurah Bagus Kusuma Dewa (tengah) memperlihatkan sejumlah temuan obat dan makanan ilegal saat akan digelar pemusnahan barang tersebut di Medan, Sumatera Utara, Kamis (24/9). (ANTARA/Septianda Perdana)

Obat dan makanan ilegal terdiri dari produk tanpa izin edar dan atau yang tidak memenuhi persyaratan keamanan, khasiat, manfaat dan mutu.

SuaraSumut.id - Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Medan memusnahkan obat dan makanan ilegal senilai lebih dari Rp 3 miliar.

Obat dan makanan ilegal terdiri dari produk tanpa izin edar dan atau yang tidak memenuhi persyaratan keamanan, khasiat, manfaat dan mutu.

Produk yang dimusnahkan, yaitu 199 jenis produk (614.008 pieces) yang terdiri dari 19 jenis obat (618 pieces), 21 jenis obat tradisional (73.289 pieces), 5 jenis pangan (28 pieces).

142 jenis kosmetik (11.051 pieces), 11 jenis kemasan (52.9021 pieces) dan 1 unit alat sealing (1 unit). Keseluruhan produk ilegal tersebut ditemukan di 22 sarana produksi dan distribusi.

Kepala Balai Besar POM, I Gusti Ngurah Bagus Kusuma Dewa mengatakan, sejak April dan Juli 2020 pihaknya melakukan pengawasan obat dan makanan di wilayah Sumatera Utara.

Pihaknya berhasil mengungkap peredaran obat dan makanan tanpa izin edar/ilegal yang diperjualbelikan secara daring senilai Rp2.206.395.900.

"Sejumlah temuan produk ilegal itu berasal dari lima lokasi dengan total temuan produk ilegal sebanyak 24.878 pieces didominasi produk pangan sebanyak 11.293, obat tradisional sebanyak 5.687 pieces dan 7.888 pieces kosmetik," katanya dilansir dari Antara, Kamis (24/9/2020).

Ia mengatakan, pelanggaran di bidang obat dan makanan merupakan kejahatan kemanusiaan karena membahayakan kesehatan masyarakat dan mengancam generasi penerus bangsa.

"Kami (BPOM) terus meningkatkan koordinasi dan kerja sama lintas sektor untuk memperkuat sistem dan meningkatkan kinerja pengawasan obat dan makanan, berbagai terobosan dan strategi dilakukan untuk menghadapi dan menangani tren terkini kasus pelanggaran dan kejahatan," pungkasnya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait