alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

BI: Daya Beli Masyarakat di Sumatera Utara Kembali Meningkat

Suhardiman Rabu, 21 Oktober 2020 | 18:08 WIB

BI: Daya Beli Masyarakat di Sumatera Utara Kembali Meningkat
Kepala BI Kantor Perwakilan Sumut, Wiwiek Sisto Widayat. [Foto: BI Sumatera Utara]

Wiwiek mengatakan, sepanjang 2020 deflasi utama bersumber dari kelompok transportasi didorong oleh penurunan tarif angkutan udara.

SuaraSumut.id - Bank Indonesia menilai, daya beli masyarakat di Sumut mulai kembali meningkat. Secara kumulatif, inflasi Sumut mencapai 0,40% di bawah rata-rata historisnya.

Demikian dikatakan Kepala Perwakilan BI Sumut Wiwiek Sisto Widayat dalam rapat Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), Rabu (21/10/2020).

Wiwiek mengatakan, sepanjang 2020 deflasi utama bersumber dari kelompok transportasi didorong oleh penurunan tarif angkutan udara.

"Deflasi tertahan oleh kenaikan harga emas perhiasan yang menjadi komoditas favorit di masa pandemi," kata Wiwiek.

Mengenai kenaikan harga beberapa komoditas yakni Cabai Rawit dan Bawang Merah, Wiwiek menyebut, hal itu disebabkan oleh faktor curah hujan tinggi beberapa hari terakhir.

Kenaikan harga Bawang Putih dan Daging Ayam dipengaruhi faktor peningkatan permintaan konsumen di tengah ketersediaan stok yang cenderung terbatas. Sedangkan harga Cabai Merah juga menunjukkan tren meningkat, meski stok masih dari Jawa dan Deli Serdang.

"Secara historis, bahan pangan menjadi penggerak inflasi utama. Bahan pangan seperti aneka cabai, ikan segar dan daging ayam ras menjadi penggerak inflasi utama di akhir tahun dalam tiga tahun terakhir. Di tiga bulan terakhir memang kita harus mengantisipasi gagal panen akibat tingginya curah hujan di beberapa daerah," ungkap Wiwiek.

Daerah sentra produksi cabai merah yaitu Tapanuli Utara, Simalungun, Dairi, Karo, Deli Serdang, Humbang Hasundutan dan Batubara. Sementara sentra cabai rawit dihasilkan dari Simalungun, Dairi dan Karo.

Pertumbuhan Ekonomi Terkini

Menurut Wiwiek, pandemi Covid-19 memukul ekonomi seluruh negara, terkonfirmasi oleh PDB di hampir seluruh negara yang mengalami kontraksi pada triwulan II 2020.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait