Sepinya arus mudik ke Sumatera Utara tidak hanya terjadi dari Pulau Jawa, hal yang sama juga dikeluhkan oleh pengusaha transportasi antar kota dalam provinsi.
Kepala perwakilan bus Sejahtera Medan, Martua Ambarita mengaku hingga H-4 Natal 2020 arus mudik dari Medan menuju kabupaten/kota di Sumut masih lesu.
Dia mengatakan, jika dibandingkan dengan sebelum pandemi Covid-19, pihaknya mengoperasikan setidaknya 25 unit bus perhari.
Namun, saat Nataru tahun 2020 ini, pihaknya hanya mengoperasikan 18 unit bus setiap harinya.
Baca Juga:Gibran Buka Suara Isu Korupsi Bansos COVID-19 Rekomendasi Tas Bansos Sritex
"Sangat terasa menurun, hampir 40 persen. Walaupun ada peningkatan jumlah penumpang sebesar 5 persen dari hari biasa," kata Maratua.
Menurut Maratua, puncak arus mudik Nataru 2020 sebelumnya di prediksi mulai terjadi pada tanggal 17 Desember. Namun demikian, hingga saat ini belum terjadi lonjakan signifikan pergerakan jumlah orang dari Kota Medan ke daerah-daerah asal.
Bahkan pihaknya telah menyiapkan armada tambahan untuk mengantisipasi lonjakan arus mudik di akhir tahun 2020.
"Ini sudah tanggal 21 Desember, kalau biasanya ini sudah puncak mudik sampai tanggal 24. Tapi ini belum ada dan bus yang beroperasi masih normal bahkan banyak kosong," pungkasnya.
Kontributor : Muhlis
Baca Juga:Jelang Nataru, Kapasitas RS Rujukan Pasien Covid di Jakarta Sisa 15 Persen