Didemo Ortu Siswa, Oknum Kepsek Bantah Tudingan Punya Kelainan Seksual

JS mengaku, aksi yang dilakukan orang tua siswa dan sejumlah guru di sekolah itu tidak terlepas dari kepentingan tertentu.

Chandra Iswinarno
Rabu, 23 Desember 2020 | 19:12 WIB
Didemo Ortu Siswa, Oknum Kepsek Bantah Tudingan Punya Kelainan Seksual
Orang tua murid demo di depan SD di Medan. [Foto: Istimewa]

Postingan itu lalu di tag ke semua orang tua siswa dan dijadikan alasan untuk mendesaknya mundur dari sekolah.

"Mereka jadikan modus dengan mempertanyakan kenapa saya tidak melapor ke polisi. Saya jawab, kalau saya laporkan ke polisi, menang jadi arang kalah jadi abu. Ajaran agama saya mengajarkan, sudahlah, sejauh memang nyawa saya tidak terancam, kan itu cuma pencemaran nama baik," ungkapnya.

Akui membuat surat pengunduran diri

JS membenarkan jika dirinya pernah membuat surat pengunduran diri sebagai kepala sekolah dengan nomor 134/421/VI/2020 yang ditujukan pelaksana tugas Kepala Dinas Pendidikan Kota Medan.

Baca Juga:Libur Nataru, Jam Operasional Mal dan Tempat Hiburan di Medan Dibatasi

Namun, kata JS, surat pengunduran diri dibuat dengan kondisi tertekan oleh orang tua murid dan sejumlah guru yang mendemonya.

"Itu surat pernyataan pengunduran diri itu saya buat untuk mengantisipasi saya takut banyak korban anak-anak 700 jiwa, seperti yang mereka lakukan hari ini. Kalau lah lagi belajar dan mereka ribut-ribut, orang nanti menganggap saya tidak mampu manajemen sekolah ini," katanya.

JS mengaku, didesak para orang tua murid untuk membuat surat pernyataan tersebut dengan menyorakinya "pergi kau dari sini kepala sekolah LGBT".

JS juga membuat pengaduan permohonan perlindungan ke Dinas Pendidikan Kota Medan.

Ia meminta dinas melakukan kroscek terhadap segala yang dituduhkan kepadanya dan segera memindahkannya atau mutasi.

Baca Juga:Musnahkan Barang Bukti, Polrestabes Medan Rebus 30 Kg Sabu

"Kalau memang tuduhan-tuduhan mereka itu benar, silahkan ambil tindakan terhadap diri saya. Dan saya sudah di BAP dua kali oleh dinas pendidikan, jawaban dinas tidak ada ditemukan kesalahan," ujarnya.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini