Diterkam Buaya, Tangan Kiri Nenek Bahriah Putus

Selain tangan kiri putus, kaki kiri korban juga patah. Warga langsung melarikan korban ke rumah sakit untuk mendapat pertolongan.

Chandra Iswinarno
Sabtu, 02 Januari 2021 | 15:02 WIB
Diterkam Buaya, Tangan Kiri Nenek Bahriah Putus
Komandan Jaga BKSDA Kalteng Pos Sampit, Muriansyah memeriksa lokasi buaya menyerang seorang bocah di Sungai Hambawang Desa Ganepo Kecamatan Seranau, Kamis (31/12/2020) [ANTARA/HO-BKSDA Pos Sampit]

SuaraSumut.id - Seorang nenek bernama Bahriah (74) warga Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, diterkam buaya. Akibatnya, tangan kiri nenek Bahriah putus.

"Selain tangan kiri putus, kaki nenek saya juga patah. Saat ini beliau masih dirawat di RSUD dr Murjani Sampit," kata cucu korban Zulkifli, dilansir dari Antara, Sabtu (2/1/2021).

Ia mengatakan, peristiwa terjadi pada Jumat (1/1/2021) sekitar pukul 23.30 WIB. Saat itu sang nenek baru selesai buang air besar di jamban di pinggir sungai.

Lokasinya tidak jauh dari Dermaga Pelangsian Kecamatan Mentawa Baru Ketapang. Korban turun ke tangga yang lebih dalam karena hendak mencuci tangan.

Baca Juga:Viral Video Pemancing Hampir Dimangsa Buaya, Publik: Nasib Dia Gimana?

Saat itulah tangan kirinya diterkam buaya yang ukurannya diperkirakan cukup besar. Korban berteriak meminta pertolongan warga setempat.

Warga yang mendengar teriakan itu berlari menolong korban. Saat itu buaya berusaha membawa tubuh korban ke dalam sungai.

Sempat terjadi tarik menarik korban dan warga dengan buaya. Untungnya tubuh korban terhalang kayu sehingga tidak sampai jatuh ke air.

Saking kuatnya tarikan buaya, tangan kiri korban akhirnya putus. Selain tangan kiri putus, kaki kiri korban juga patah. Warga langsung melarikan korban ke rumah sakit untuk mendapat pertolongan.

"Kami berharap kejadian ini menjadi perhatian pemerintah dan pihak terkait lainnya agar tidak terus terulang. Nenek saya juga perlu bantuan agar bisa dirawat sampai sembuh," jelasnya.

Baca Juga:Heboh Penampakan Buaya Super Besar Melintas di Sungai, Sempat Dikira Kayu

Diketahui, konflik buaya dengan manusia di Kotawaringin Timur kembali meningkat.

Pada Rabu (30/12) sekitar pukul 10.30 WIB, seorang bocah laki-laki berusia 11 tahun juga diterkam buaya saat mandi di Sungai Hambawang Desa Ganepo Kecamatan Seranau.

Beruntung nyawa bocah itu berhasil diselamatkan setelah paman korban dan warga lainnya menariknya dari mulut buaya. Akibat kejadian itu, bocah tersebut menderita bekas gigitan biaya pada kedua kakinya.

Kedua lokasi kejadian serangan buaya ini berseberangan sungai dipisahkan Sungai Mentaya. Meningkatnya serangan buaya membuat masyarakat cemas beraktivitas di sungai.

Komandan Jaga BKSDA Kalimantan Tengah Pos Sampit, Muriansyah mengaku sudah menerima informasi terkait kejadian ini. Dia sedang berkoordinasi dengan pimpinannya terkait penanganannya.

"Saya atas nama pribadi mengucapkan turut berbelasungkawa. Dan kami akan segera berusaha menangkap buaya yang menyerang nenek Bahriah tersebut sesegera mungkin," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini