alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Kasus Plagiarisme Rektor Terpilih USU Berujung Seteru Majelis Etik

Tasmalinda Minggu, 17 Januari 2021 | 11:52 WIB

Kasus Plagiarisme Rektor Terpilih USU Berujung Seteru Majelis Etik
Logo Universitas Sumatera Utara [wikipedia]

Kasus self Plagiarisme yang dituduhkan pada Rektor Terpilih Universitas Sumatera Utara berujung seteru majelis etik.

SuaraSumut.id -  Pihak Rektorat memberikan sanksi kepada Rektor Universitas Sumatera Utara (USU) terpilih, Muryanto Amin yang dinyatakan bersalah me- self plagiarism atau melakukan tindakan plagiat.

Namun, sejumlah pimpinan universitas malah mengaku tidak pernah dilibatkan Rektor Runtung Sitepu dalam pembentukan komite etik.

Rekomendasi komite etik atas kasus tersebut juga menuai penolakan.

Hal tersebut disampaikan para Wakil Rektor dalam konferensi pers bersama, menyikapi sanksi yang dikeluarkan rektor Runtung secara sepihak kepada rektor USU terpilih Dr Muryanto Amin.

Baca Juga: Duh! Rektor USU Dilaporkan Melakukan Dugaan Plagiarisme

"Kita tidak tahu-menahu soal komite etik, tidak pernah kita dilibatkan. Kalau memang ini menjadi penting untuk menjaga nama baik USU, harusnya kita dilibatkan," kata Wakil Rektor I USU, Prof Rosmayati saat konferensi pers bersama juru bicara Muryanto Amin di Medan, Sabtu (16/1/2021).

Dikatakan Prof Rosmayati, pada tanggal 13 Januari 2021, ia bersama wakil rektor lain diundang dalam rapat penyampaian rekomendasi komite etik terhadap kasus plagiarisme Muryanto Amin.

Dalam rapat tersebut, sejumlah pimpinan USU itu justru menolak rekomendasi tersebut lantaran tidak pernah dilibatkan.

"Karena kami sejak awal tidak dilibatkan makanya kami menolak. Tapi tidak disebutkan jika kami menolak rekomendasi itu, malah mengatakan bahwa keputusan itu adalah keputusan pimpinan. Prosesnya ini sebenarnya sudah mal-administrasi," jelas ia.

Bahkan, ia juga mengaku tidak mengetahui siapa saa yang tergabung di komite etik universitas.

Baca Juga: Kepergok Plagiat, Devano Danendra Ogah Nyanyi Lagunya Sendiri

"Dugaannya mereka yang terlibat dalam komite adalah senat akademik yang tidak ikut memilih Muryanto Amin menjadi calon Rektor USU," beber ia.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait