alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Bertambah, Korban Gas Beracun di Aceh Timur Jadi 20 orang

Suhardiman Senin, 12 April 2021 | 10:07 WIB

Bertambah, Korban Gas Beracun di Aceh Timur Jadi 20 orang
Korban Keracunan Gas di Aceh Timur DIrawat di Rumah Sakit. [ANTARA]

BPBD Aceh menyebut, pengungsi akibat dampak gas beracun mencapai 302 orang.

SuaraSumut.id - Warga Aceh Timur yang dirawat akibat keracunan gas bertambah jadi 20 orang. Mereka diduga keracunan Sumur Alue Siwah-11 milik PT Medco E&P Malaka.

"Total pasien yang dirawat menjadi 20 orang. Mereka dirawat di beberapa rumah sakit di Aceh Timur maupun Banda Aceh," kata Kepala Dinas Kesehatan Aceh Timur Sahminan, dilansir Antara, Senin (12/4/2021).

Korban dirawat di RSUD Zubir Mahmud Aceh Timur bertambah lima orang menjadi 18 orang.

Sedangkan pasien dirawat di RSU Graha Bunda Idi satu orang. Korban yang dirujuk dan dirawat di RSUD Zainoel Abidin Banda Aceh sebanyak satu orang.

Baca Juga: Update Covid-19 Global: India Larang Ekspor Antivirus Remdesivir

Sebelumnya, puluhan warga di Desa Panton Rayeuk T, Banda Alam, Aceh Timur, diduga terhirup gas beracun, pada Jumat (9/4/2021).

320 Orang Mengungsi

Sementara itu, BPBD Aceh menyebut, pengungsi akibat dampak gas beracun mencapai 302 orang.

"Ke-302 pengungsi itu berasal dari tiga dusun di Desa Paton Rayeuk T, Kecamatan Banda Alam, Kabupaten Aceh Timur," kata BPBD Aceh Timur Ashadi.

Ia mengatakan, 170 orang dari Dusun Bukit Mamplan, Dusun Bukit Panyang mencapai 122 orang dan dari Dusun Seunebok Tuha sebanyak 10 orang.

Baca Juga: Jelang Puasa Ramadhan, Harga Emas Antam Rp 926.000 per Gram

"Mereka mengungsi ke Kantor Camat Banda Alam Desa Panton Rayeuk M untuk menghindari keracunan gas. Kami menyiapkan dua unit tenda dan ambal di lokasi pengungsi," ujarnya.

Semua pengungsi tertangani dan sampai saat ini kondisi aman terkendali. Namun, dirinya belum dapat memastikan kapan warga akan kembali ke rumahnya.

Kepala Dinas Sosial Aceh Timur Elfiandi mengatakan, pihaknya telah membuka dapur umum sejak hari pertama mengungsi di lokasi pengungsian.

"Untuk logistik pengungsi aman, seluruh pengungsi tertangani seluruhnya," kata Elfiandi.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait