alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Banda Aceh Jadi Tuan Rumah Cabor Layar PON 2024

Suhardiman Jum'at, 18 Juni 2021 | 09:51 WIB

Banda Aceh Jadi Tuan Rumah Cabor Layar PON 2024
Atlet layar Indonesia Hoiriyah memacu perahu layarnya saat bertanding dalam nomor Layar RS:X Putri Asian Games 2018 di Jakarta, Selasa (28/8/2018). [ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay]

pihaknya segera menyiapkan lahan seluas 1,2 hektare di kawasan Ulee Lheue yang menjadi lokasi pertandingan layar ke depan.

SuaraSumut.id - Kota Banda Aceh menjadi tuan rumah cabang olahraga layar dalam pekan olahraga nasional (PON) Aceh-Sumatera yang berlangsung 2024.

"Kita sambut baik, kita segera rencanakan pembangunan venue cabor layar untuk PON 2024 di Banda Aceh," kata Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman, dilansir dari Antara, Jumat (18/5/2021).

Ia mengaku, pihaknya segera menyiapkan lahan seluas 1,2 hektare di kawasan Ulee Lheue yang menjadi lokasi pertandingan layar ke depan.

"Saya kira sepanjang tidak bertentangan dengan hukum kami sangat setuju, akan segera kita keluarkan rekomendasi lahannya," ujarnya.

Baca Juga: Update Pasien Covid-19 RSD Wisma Atlet: Sisa Kuota Tempat Tidur Tak Sampai 25 Persen

Ia mengapresiasi keseriusan KONI Aceh mengajukan Banda Aceh sebagai tuan rumah cabang olahraga layar PON Aceh-Sumut ini.

Bukan hanya untuk layar saja, kata Aminullah, pihaknya juga bersedia dan mendukung penuh jika masih ada cabang olahraga lain yang ingin dipertandingkan di kota tersebut.

Ia menilai, event sebesar PON tersebut bisa memberikan multiplier effect terhadap masyarakat Banda Aceh, akan ada perputaran uang yang sangat besar, di mana seluruh atlit, official dan pecinta olahraga dari seluruh nusantara dipastikan hadir ke kota ini.

"Maka, semua sektor menikmati manfaatnya, mulai dari UMKM, penginapan hingga jasa transportasi merasakannya," tukasnya.

Selain itu, jika venue itu dibangun maka dipastikan tidak akan mubazir dan terbengkalai usai perhelatan PON berakhir, karena bisa dimanfaatkan untuk infrastruktur penunjang sektor wisata.

Baca Juga: Wagub Banten Wanti-wanti Pejabat, Pelayanan Publik Harus Bebas Pungli

"Saya pikir kalau dibangun di Banda Aceh, tidak akan jadi aset tidur, tidak akan terbengkalai karena bisa kita manfaatkan untuk infrastruktur pariwisata, dan bisa berdampak bagi peningkatan perekonomian masyarakat," ujarnya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait