alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Vaksinasi Massal Picu Kerumunan, Edy Rahmayadi: Harus Kita Evaluasi

Suhardiman Jum'at, 06 Agustus 2021 | 16:44 WIB

Vaksinasi Massal Picu Kerumunan, Edy Rahmayadi: Harus Kita Evaluasi
Gubernur Sumut Edy Rahmayadi. [Ist]

Edy mengaku mengaku akan mengevaluasi hal tersebut.

SuaraSumut.id - Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi menyoroti soal vaksinasi massal di gedung serbaguna Pemprov Sumut yang memicu kerumunan hingga sempat ricuh. Edy mengaku mengaku akan mengevaluasi hal tersebut.

"Nah ini yang harus kita evaluasi, dan ke depan akan kita atur mengapa demikian. Karena selama ini begitu sulit rakyat untuk divaksin," kata Edy kepada wartawan, Jumat (6/8/2021).

Edy mengatakan, kerumunan terjadi karena tingginya antusiasme masyarakat untuk mendapatkan vaksin.

"Itu ramai-ramai begitu karena antusias rakyat untuk segera divaksinasi sehingga petugas kewalahan mengatasi semua," kata Edy.

Baca Juga: Tanpa Anang, Ashanty Kunjungi Korban Kebakaran Tanah Abang

Dirinya mengatakan, langkah evaluasi diambil agar ke depannya proses pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Sumut bisa berjalan lebih baik.

"Tau tau begitu antusiasnya rakyat minta untuk divaksin, nanti kita Evaluasi itu semua, kita evaluasi, kita perbaiki ke depan sehingga pelaksanaan vaksinasi bisa kita atur dengan baik," pungkasnya.

Diketahui, vaksinasi massal yang dilaksanakan di Gedung Serbaguna Pemprov Sumut menimbulkan kerumunan dan sempat ricuh, pada Selasa (3/8/2021).

Wakapolri Komjen Pol Gatot Eddy Pramono sempat mengunjungi lokasi vaksinasi tersebut. Namun, setelah Gatot dan perwira jajaran Polda Sumut pergi, kerumunan dan pelanggaran prokes terjadi.

Kapolrestabes Medan Kombes Pol Riko Sunarko mengaku, antusias masyarakat dari Medan dan Deli Serdang untuk mendapatkan vaksinasi Covid-19 sangat tinggi. Namun, jumlah warga yang datang tidak sebanding dengan petugas.

Baca Juga: Bule Mirip Ayahnya! 8 Potret Anak Nanda Gita Super Menggemaskan

"Jadi bukan kekurangan vaksin, petugas sudah kita setting untuk jumlah vaksinnya, gak mungkin kita lebihi, tenaganya kita terbatas," ujarnya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait