facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Mahasiswi Lumpuh Usai Disuntik Vaksin COVID-19, DPRA Minta Dinkes Turun Tangan

Ari Syahril Ramadhan Minggu, 08 Agustus 2021 | 11:35 WIB

Mahasiswi Lumpuh Usai Disuntik Vaksin COVID-19, DPRA Minta Dinkes Turun Tangan
ILUSTRASI-Vaksinator menyuntikkan vaksin COVID-19 kepada warga di Yayasan St Fransiskus Asisi, Jakarta, Selasa (3/8/2021). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Bupati Aceh Barat Ramli MS akan mencopot jabatan Kepala Dinas Kesehatan Aceh Barat, apabila kasus ini tidak bisa dituntaskan dan dijelaskan ke publik.

SuaraSumut.id - Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Barat diminta segera turun tangan untuk menyelidiki kasus lumpuhnya Amelia Wulandari, mahasiswi warga Desa Suak Ribee, Meulaboh, usai mendapat vaksin COVID-19.

Hal itu diungkapkan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) Tarmizi. Ia meminta Dinkes Aceh Barat mempelajari apakah lumpuhnya mahasiswi itu terkait pemberian vaksin COVID-19 atau bukan.

“Terkait dengan mahasiswi yang lumpuh usai vaksin, kami minta Dinas Kesehatan Aceh Barat untuk mempelajari apakah lumpuh mahasiswi tersebut betul betul disebabkan oleh vaksin atau ada sebab lain,” kata Tarmizi dikutip dari Antara, Sabtu (7/8/2021).

Menurutnya, berdasarkan informasi yang ia terima, dugaan sementara Dinas Kesehatan Aceh Barat menjelaskan bahwa pasien tersebut diduga mengalami lumpuh akibat psikomatis (kekhawatiran berlebihan setelah penyuntikan).

Baca Juga: Daftar Reaksi Tubuh Setelah Vaksin Moderna

“Apakah benar hanya dengan cemas berlebihan bisa membuat kejang-kejang dan lumpuh. Tentu masyarakat umumnya tidak akan mudah percaya,” katanya.

Tarmizi berharap, persoalan ini jangan hanya menduga, akan tetapi harus dibuktikan secara medis.

Menurut dia, persoalan tersebut saat ini sudah menjadi perhatian publik, maka oleh karena itu penyebab lumpuh harus dibuktikan dengan uji laboratorium dan pemeriksaan lebih lanjut, dan hal harus dilakukan segera, tegasnya.

Tarmizi juga meminta agar Dinas Kesehatan Aceh Barat harus menjelaskan kepada masyarakat, sehingga masyarakat tidak takut untuk vaksin terkait kasus tersebut.

“Jika memang benar karena vaksin ya sampaikan dengan jujur. Jika bukan karena vaksin juga harus disampaikan dengan tegas,” kata Tarmizi.

Baca Juga: Para Ahli: Obat Kolesterol Bisa Turunkan Risiko Covid-19

Pihaknya juga mengingatkan kepada seluruh paramedis di Aceh agar betul-betul memperhatikan kondisi masyarakat sebelum divaksin, dan tidak melakukan penyuntikan vaksin terhadap orang yang betul-betul takut disuntik, dan orang yang punya penyakit bawaan.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait