Edy Rahmayadi Tolak PSMS Ditawar Rp 50 Miliar

Pasalnya, klub berjuluk Ayam Kinantan tersebut adalah harga diri.

Suhardiman
Selasa, 23 November 2021 | 11:52 WIB
Edy Rahmayadi Tolak PSMS Ditawar Rp 50 Miliar
Logo PSMS. [Suara.com/M.Aribowo]

SuaraSumut.id - Gubernur Sumut Edy Rahmayadi mengaku, ada yang pernah berniat mengakuisisi PSMS Medan Rp 50 miliar.

Namun demikian, Edy menolaknya. Pasalnya, klub berjuluk Ayam Kinantan tersebut adalah harga diri.

"Yang nawar (PSMS) orang Singapura, Rp 50 miliar. Bisa dibayangkan aku dihargai segitu, ini harga diri. Sampai kapanpun tidak akan kulepas," kata Edy, melansir Antara, Selasa (23/11/2021).

Edy yang merupakan pemegang saham mayoritas di PSMS Medan itu tidak menceritakan detail siapa sosok yang menawar tersebut.

Baca Juga:Saling Panggil Sayang-sayangan, Aksi Romantis Dua Lansia Ini Bikin Warganet Iri

Edy meminta kepada seluruh skuad, baik pemain, pelatih maupun official,bersikap loyal.
Dirinya meminta kepada pemain agar berjuang penuh ketika turun di lapangan.

"Saya minta loyal, kalau bisa mati di tengah lapangan, pertahankan reputasi PSMS," tegasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini