Diketahui, GMR akan memberikan dana Rp 3 triliun pada tahan pertama.
"AP tidak perlu mengeluarkan uang Rp 58 triliun untuk pengembangan Kualanamu, tapi ditanggung oleh partnernya," katanya.
Tidak ada penjualan aset
Sementara itu, PT Angkasa Pura II menegaskan tidak ada penjualan aset Bandara Kualanamu dengan masuknya mitra strategis terpilih GMR Airports.
Baca Juga:Roro Fitria Akui Cobaan Terberat Saat Tahu Ibu Meninggal di Penjara
Direktur Transformasi dan Portofolio Strategis AP II Armand Hermawan mengaku, kemitraan strategis ini untuk mengelola dan mengembangkan Bandara Kualanamu.
"AP II sebagai pemegang saham mayoritas dengan menguasai 51 persen dan GMR Airports 49 persen. Jadi, tidak ada penjualan aset atau penjualan saham. Kepemilikan Bandara Kualanamu beserta asetnya 100 persen tetap milik AP II," katanya.
Ia mengaku, JVCo hanya akan menyewa aset kepada AP II untuk dikelola selama 25 Tahun. Setelah periode kerja sama berakhir, JVCo tidak berhak lagi mengelola Kualanamu dan semua aset hasil pengembangan akan dikembalikan kepada AP II.
"Kemitraan dapat dianggap seperti perjanjian sewa menyewa dengan para tenant di terminal Bandara," tukasnya.
Baca Juga:Lima Fakta B.1.1.529, Varian Baru Covid-19 yang Disebut Paling Mengerikan