facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

10 Warga Korban Letusan Gunung Semeru Belum Bisa Dievakuasi, Ini Alasannya

Riki Chandra Minggu, 05 Desember 2021 | 12:19 WIB

10 Warga Korban Letusan Gunung Semeru Belum Bisa Dievakuasi, Ini Alasannya
Relawan mengamati kepulan asap yang berasal dari material guguran awan panas Gunung Semeru di Desa Sumber Wuluh, Lumajang, Jawa Timur, Minggu (5/12/2021). [ANTARA FOTO/Zabur Karuru]

Sebanyak 10 orang warga korban terdampak letusan Gunung Semeru, belum bisa dievakuasi. Mereka masih berada di Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo.

SuaraSumut.id - Sebanyak 10 orang warga korban terdampak letusan Gunung Semeru, belum bisa dievakuasi. Mereka masih berada di Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur (Jatim).

Hal itu diungkapkan Wakil Bupati Lumajang, Indah Amperawati. "Sepuluh orang masih belum bisa dievakuasi karena lokasinya agak sulit, mobil tidak masuk lokasi karena lumpur sampai lutut," katanya, Minggu (5/12/2021).

Ia mengatakan, petugas berusaha mengevakuasi warga dari Curah Kobokan dengan bantuan dari komunitas pengguna Jeep. Ia berharap Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengerahkan helikopter untuk mengevakuasi warga dari daerah yang sulit dijangkau dari jalur darat.

Menurut data pemerintah kabupaten hingga saat ini sekitar 300 warga Dusun Curah Kobokan sudah mengungsi di Balai Desa Penanggal, Kecamatan Candipuro.

Baca Juga: 102 Orang Korban Letusan Gunung Semeru Luka-luka, 1 Meninggal Dunia

Bunda Indah mengatakan, sebagian besar rumah warga di Dusun Curah Kobokan rusak akibat awan panas guguran Gunung Semeru sehingga warga dusun itu harus mengungsi.

"Hampir semua rumah hancur di Curah kobokan, sebagian besar (warganya) mengungsi di Balai Desa Penanggal," katanya.

Menurut Wakil Bupati, dampak letusan Gunung Semeru pada 4 Desember 2021 lebih parah dibandingkan ketika gunung itu meletus pada tahun lalu.

"Sekarang posko darurat tidak lagi dibangun di Dusun Kamar Kajang, Desa Sumberwuluh, untuk menghindari dampak yang lebih besar. Posko Kamar Kajang hanya difungsikan sebagai dapur umum Dinas Sosial Kabupayen Lumajang," katanya.

Menurut data BNPB, erupsi Gunung Semeru hingga Minggu pagi telah menyebabkan 13 orang meninggal dunia dan puluhan orang terluka serta mengakibatkan kerusakan rumah warga. (Antara)

Baca Juga: Akses Sulit Ditembus, 10 Warga Curah yang Terdampak Letusan Gunung Semeru Urung Dievakuasi

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait