Menaker Minta Perusahaan Rekrut Kembali Pekerja yang Dirumahkan

Kementerian Ketenagakerjaan, kata Ida, terus memperluas kesempatan kerja.

Suhardiman
Selasa, 17 Mei 2022 | 19:01 WIB
Menaker Minta Perusahaan Rekrut Kembali Pekerja yang Dirumahkan
Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah. [Suara.com/M.Aribowo]

SuaraSumut.id - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah meminta perusahaan-perusahaan merekrut kembali pekerja yang di PHK dan dirumahkan akibat pandemi Covid-19.

Demikian dikatakan Ida Fauziyah usai meresmikan BLK Maritim di Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) di Medan, Selasa (17/5/2022).

"Kita harap perusahaan-perusahaan pada masa pandemi Covid-19 banyak melakukan PHK atau merumahkan (pekerja), dan saat ini dalam kondisi normal (Covid-19 mereda), produknya sudah dibutuhkan masyarakat, maka saya berharap kembali dipekerjakan," ujarnya.

Ida mengatakan, angka pengangguran di Indonesia mengalami penurunan. Hal ini berbanding lurus dengan semakin terkendalinya Covid-19 di Indonesia.

Baca Juga:Jalan Pulang Dari Sekolah, Siswi SD Dicegat Kemudian Diperkosa Dalam Semak-semak oleh Tukang Ojek

"Data menunjukkan kalau pengangguran kita turun karena teman-teman yang pada masa pandemi di PHK dan dirumahkan itu kembali diperkerjakan," kata Ida.

Data per Februari 2022 menunjukkan penurunan pengangguran yang cukup siginifikan. Kementerian Ketenagakerjaan, kata Ida, terus memperluas kesempatan kerja.

"Kita terus memperluas kesempatan kerja dan sedang kita dorong melahirkan kewirausahawan baru, karena kita yakini mulai dari pelaku usaha mikro kecil itu akan bisa menyerap tenaga kerja," tandasnya.

BPS mencatat jumlah dan tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Indonesia mencapai 8,40 juta orang atau setara 5,83 persen per Februari 2022.

Angka ini mengalami penurunan jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar 8,75 juta orang atau setara 6,26 persen. Namun masih lebih tinggi dibandingkan periode Februari 2020 yang hanya 6,93 juta orang atau setara 4,94 persen.

Baca Juga:Asnawi Absen Lawan Thailand, Timnas Indonesia U-23 Mungkin Diperkuat Saddil Ramdani

Meski setahun belakangan mengalami penurunan tapi tingkat pengangguran di Indonesia belum kembali kepada posisi sebelum krisis.

Karena Februari itu belum ada pandemi Covid-19, angka pengangguran sebesar 4,94 persen (2020, sedangkan saat ini masih 5,83 persen atau 8,40 juta orang.

Khusus untuk wilayah Sumatera Utara (Sumut) data dari BPS pada Januari tahun 2022, jumlah penduduk usai kerja sebanyak 10,98 juta orang, kemudian angkatan kerja sebanyak 7,74 juta orang, penduduk yang bekerja sebanyak 7,32 juta orang dan penganggur terbuka sebanyak 423 ribu orang atau setara dengan 5,47 persen.

"Ini kondisinya, artinya tentu banyak perbaikan perubahan yang harus dilakukan. Mungkin melalui aktivitas ketenagakerjaan BLK ini diharapkan ini mampu menjawab permasalahan khususnya mengenai pengangguran-pengangguran terbuka yang ada di provinsi Sumatera Utara," kata Penjabat Sekda Sumut Afifi Lubis.

Kontributor : M. Aribowo

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini