"From A to z, cacian, hinaan, bullyan dari orang itu adalah ungkapan rasa cinta dengan cara yang berbeda, alhamdulillah," sambungnya.
Tak disangka meski sudah membagikan postingan yang mengajak publik untuk bahagia dan selalu bersyukur, masih ada saja warganet yang dongkol.
"Introspeksi dong kenapa ko dibully, kenapa ko ada hinaan?," kata warganet.
"Adat basandi sarak, sarak basandi kitabullah. Kalau tidak tahu tentang adat Sumatera Barat alangkah baiknya cari tahu dulu. Jangan keluarkan narasi yang salah, seolah-olah terzolimi," sambung netizen lainnya.
Baca Juga:Puluhan Kambing Ditemukan Mati di Sungai, Pemkab Semarang Khawatir Terjadi Pencemaran Air
Sementar itu, ada juga warganet yang melayangkan pujian terhadap Gus Miftah yang tetap berjuang berdakwah meski di daerah terpencil.
"Sehat selalu nggih Gus, yang menghujat gak laku ceramahnya, biarkan saja, hanya orang iri hati kenapa kok tidak bisa seperti Gus Miftah, love you so much Gus," tuis warganet.
Kontributor : M. Aribowo