facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Jokowi Tinjau Penelitian Minyak Goreng Merah di PPKS Medan

Suhardiman Kamis, 07 Juli 2022 | 12:59 WIB

Jokowi Tinjau Penelitian Minyak Goreng Merah di PPKS Medan
Presiden Jokowi meninjau proses penelitian minyak goreng merah di Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS), Medan, Kamis (07/07/2022). [dok Biro Pers Sekretariat Presiden]

keunggulan minyak goreng merah ini terletak pada nilai gizi dan kandungan pro-vitamin A dan E yang lebih tinggi dari minyak goreng pada umumnya.

SuaraSumut.id - Presiden Jokowi meninjau proses penelitian minyak goreng merah di Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS), Medan, Kamis (07/07/2022).

Minyak goreng merah ini merupakan inovasi yang berpotensi digunakan sebagai pangan fungsional dalam membantu pencegahan stunting atau kekerdilan dari masyarakat. Demikian dikatakan oleh Kepala PPKS Edwin Lubis, melansir dari website setkab.go.id.

"Minyak goreng merah ini tidak hanya bisa berfungsi untuk menggoreng, tapi bisa juga untuk suplemen untuk membantu masyarakat kita dari stunting karena nilai gizi dari minyak makan merah ini sangat besar dibanding dengan minyak goreng yang beredar di pasaran," katanya.

Ia mengaku, keunggulan minyak goreng merah ini terletak pada nilai gizi dan kandungan pro-vitamin A dan E yang lebih tinggi dari minyak goreng pada umumnya.

Baca Juga: Ketua KPK Firli Bahuri: Koruptor Tidak Kapok Dihukum, Tapi Kapok Kalau Dikenai TPPU

Dalam pengolahannya, kata Edwin, PPKS menggunakan teknologi sederhana dengan mempertahankan nutrisi di dalamnya.

"Keunggulan dari minyak makan merah ini adalah gizi atau kandungan vitamin A dan vitamin E lebih tinggi karena kita mengutamakan nutrisi dalam pengolahannya," ujarnya.

Produksi minyak goreng merah ini dapat dikembangkan oleh koperasi dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) karena nilai investasi yang lebih kecil dibandingkan pabrik minyak goreng komersial. Selain itu, Edwin menyebut biaya logistik dari produksi minyak makan merah ini juga kecil.

"Ini diharapkan dibangun di sentra atau di daerah-daerah pedesaan sehingga pasti akan lebih murah karena biaya logistiknya bisa dikatakan tidak ada,” tambahnya.

Baca Juga: Desi Indarti Bersama Icrypto Gelar Edukasi Crypto Mining ke 3 Negara

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait