SuaraSumut.id - Jagat dunia maya sempat digegerkan dengan beredarnya video satu keluarga yang menumpangi sebuah mobil tergeletak lemas di pinggir tol. Dari keterangan video yang beredar, peristiwa para penumpang mobil lemas diduga karena kerasukan.
Dalam video terdengar suara pria yang merekam kejadian satu keluarga itu dalam kondisi lemas di tergeletak di luar mobil. Tampak dalam rekaman video itu, sejumlah orang juga terlihat panik.
"Bukan kecelakaan tapi kerasukan di dalam mobil satu keluarga. Pekan Baru-Dumai KM 40. Dari Dumai tujuan Pekan Baru," kata pria dalam video itu.
Video tersebut viral setelah diunggah oleh akun Instagram @majeliskopi08.
Baca Juga:Demi Kenyamanan, Ini 4 Perilaku Sosial yang Sebaiknya Tidak Dilakukan
"Viral sebuah video siaran langsung di media sosial, tentang pemobil sekeluarga lemas terhenti di Tol Pekanbaru-Dumai dengan keterangan akibat kerasukan," tulis akun tersebut dikutip SuaraSumut.id, Kamis (7/7/2022).
Akun tersebut juga mengutip penjelasan dari pihak kepolisian terkait kejadian yang viral itu. Berdasar keterangan itu, polisi menyatakan jika korban yang terlihat lemas dalam video itu bukan kerasukan tapi keracunan akibat kebocoran pada air conditioner atau AC di mobil itu.
Dari keterangan polisi yang dikutip akun itu, peristiwa itu terjadi di KM 40 Tol Pekanbaru-Dumai pada Sabtu (2/7/202) lalu. Menurut keterangan, jika kondisi satu keluarga yang sempat mengalami keracunan di dalam mobil itu telah membaik.
Video itu menuai beragam komentar netizen. Banyak netizen yang menyayangkan aksi pria yang merekam kejadian satu keluarga penumpang mobil yang disebut lemas karena kerasukan.
Sebab, keterangan yang disampaikan oleh perekam video itu dianggap berbeda dari keterangan polisi yang dikutip oleh akun tersebut.
Baca Juga:Habitat Kucing Liar Kalimantan Semakin Berkurang karena Perburuan
Ada pula yang menganggap orang yang merekam kejadian itu melalui ponsel kurang empatik karena lebih memproritaskan untuk merekam bukan menolong dulu satu keluarga yang dalam kondisi lemas di pinggir tol itu.
Netizen lain juga meminta kepada siapa pun yang hendak merekam sebuah kejadian terlebih dahulu menggali informasi sebenarnya atas peristiwa itu agar tidak menjadi misinterpretasi setelah beredar di media sosial.
"Hadeuuuh mas bukannya menolong dulu malahan buat video, bikin narasi sendiri kerasukan dahulukan dulu keselamatan penumpang nya, apa yg bs kita tolong, tolong lebih dahulu, heran jaman sekarang yang terpenting direkam dlu trs di share, miris...ngeliat ada kecelakaan atau musibah atau hal lainnya buru² keluarin hape," tulis netizen.
"Niatnya KERACUNAN ...eeh..yg keluar KERAKSUKAN... atau PEMIKIRAN nya Kurang PEKA....Tidak bisa membedakan antara KERACUNAN DAN KERAKSUKAN..."semoga bisa SEHAT Kembali ...," timpal netizen lainnya.
"Yang ngevideo maen ngomong kerasukan aja Harusnya yg suka video2 apapun, tolong ditanyakan dulu dengan jelas kronologinya baru ngemeng. Ini kalo nenek2 umur 50an yang suka sosmed an liat video gini, bakal disebar ke sodaranya, sodaranya bakal cerita ke tetangga nya, tetangga nya cerita lagi kekeluarganya. Ngehoak bareng bareng jadinya," kata nitizen.
Kontributor : Muhammad Indian Rais