Banjir datang sangat cepat
Gerimis mulai turun saat Lisnawati dan keluarganya sedang menikmati makanan di pinggir sungai. Tiba-tiba terdengar suara teriakan air sungai naik.
"Itulah pas lagi makan tiba-tiba air datang, gak nampak airnya karena sungai tekongan (berbelok), langsung kami nyelamatkan anak-anak kamilah nyelamatkan diri," ungkap Lisnawati.
Melihat air berwarna cokelat keruh semakin deras dengan suara gemuruh yang kuat, pengunjung dibuat ketakutan.
Baca Juga:Video Musik Lagu Sejuta Umat "Hype Boy" NewJeans Tembus 100 Juta Views
"Panik semua, bingung, kaki udah gemetar gak bisa lagi bergerak. Namanya gendong anak gendong cucu barang-barang kami tinggal, udah nanti itu anak anak pegang dulu. Larilah kami, mobil kami mana pikir-pikir lagi yang penting kami selamat," jelasnya.
Mobil mereka yang berada di bantaran sungai seketika hanyut tersapu banjir bandang. Meski begitu, keluarga korban masih bersyukur tidak ada korban jiwa dalam musibah itu.
"Jangan mandi-mandi situ lagi lah. Kami trauma. Soalnya gak ada tanda-tanda air itu tenang aja," kata Hendri Sitompul pemilik mobil.
Pascakejadian mereka pun pulang ke rumah dengan menaiki angkot. Minggu nyaris tengah malam dengan kondisi lelah, sedih bercampur aduk mereka tiba di rumahnya.
"Mobilnya rusak, masih di lokasi sudah ditemukan. Yaudalah pasrah aja, intinya kami selamat semua," katanya.
Baca Juga:Kasus COVID-19 di DIY Naik Signifikan Pasca Lebaran, Sembilan Pasien Meninggal Dunia
Kontributor : M. Aribowo