Banjir Bandang-Longsor Melanda 4 Desa di Samosir Sumut

Pihak kepolisian yang mendapat informasi bencana ini kemudian turun ke lokasi untuk membantu mengevakuasi warga.

Suhardiman
Selasa, 14 November 2023 | 12:22 WIB
Banjir Bandang-Longsor Melanda 4 Desa di Samosir Sumut
Polisi turun ke lokasi banjir bandang di Samosir. [Ist]

SuaraSumut.id - Bencana alam banjir bandang dan longsor melanda empat desa di Kecamatan Harian, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara (Sumut).

Adapun empat desa yang terdampak adalah Desa Siparmahan, Desa Dolok Raja, Desa Sampur Toba dan Desa Turpuk Limbong.

Informasi yang diperoleh, hujan deras mulai mengguyur wilayah Samosir sejak Senin 13 November 2023 sore hingga malam hari.

"Hujan deras mengakibatkan banjir dan tanah longsor disertai bebatuan yang berjatuhan terjadi di empat desa," kata Kasi Humas Polres Samosir Brigadir Vandu P Marpaung kepada SuaraSumut.id, Selasa (14/11/2023).

Pihak kepolisian yang mendapat informasi bencana ini kemudian turun ke lokasi untuk membantu mengevakuasi warga.

"Di Desa Turpuk Sagala didapati aliran air deras yang menutup jalan/jembatan sehingga petugas bersama warga kesulitan melewati," ungkap Vandu.

Atas kejadian ini, sejumlah warga sudah melakukan pengungsian. Sebagian ada ke wilayah Pintu Batu Kecamatan Pangururan dan sebagian mengungsi ke daerah Bukit Holbung Kecamatan Harian.

"Pemkab Samosir juga telah mendirikan tenda dan menyediakan pelayanan kesehatan bagi warga pengungsi," cetusnya.

Hingga saat ini petugas masih melakukan pendataan jumlah warga, maupun rumah yang terkena banjir.

"Jumlah rumah, sawah dan korban jiwa belum diperoleh," jelasnya.

"Saat ini petugas sedang melaksanakan pembersihan di lokasi, melaksanakan penyelidikan, pendataan warga untuk pengecekan apakah ada korban jiwa," sambungnya.

Selain hujan deras, kata Vandu, tidak menutup kemungkinan penyebab banjir bandang dan longsor karena adanya penebangan pohon.

Baru-baru ini di Desa Hutagalung khususnya d iatas Kenegerian Sihotang Desa Janjimartahan, Desa Sampur Toba, Desa Siparmahan, baru selesai penebangan pohon ekualiptus.

"Yang tidak menutup kemungkinan sebab air bercampur lumpur dan bebatuan datang dari lokasi tersebut sebab tidak ada pepohonan yang dapat menampung air hujan hingga membanjiri lokasi dan terdampak banjir bandang," pungkasnya.

Kontributor : M. Aribowo

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini