SuaraSumut.id - Pemkab Tapsel (Tapanuli Selatan), Sumatera Utara (Sumut) berencana membuat kampung bawang guna meningkatkan kesejahteraan petani
"Di samping mengantisipasi terjadinya inflasi," Plt Kadis Pertanian Tapsel Henry Hasibuan melalui Kabid Hortikultura Sarietta Pasaribu melansir Antara, Minggu (26/11/2023).
Rencana itu mengingat potensi (cuaca dan kultur tanahnya-red) beberapa wilayah kecamatan di Tapsel cukup bagus untuk pengembangan budidaya bawang merah. Seperti Sipirok dan Arse.
"Rencana ada sekitar 80 hektare dengan rincian Sipirok 50 ha dan Arse 30 ha luas lahan untuk dijadikan kampung bawang di dua kecamatan itu. Semoga terwujud," ujarnya.
Tahun ini Tapsel mampu memproduksi bawang merah varietas batu ijo sekitar 250 ton hingga periode November 2023. Jumlah ini meningkat dari periode yang sama tahun 2022 yang berkisar 30 ton-50 ton.
"Saya lebih optimis lagi produktivitas bawang merah Tapsel terdongkrak dengan dibuatnya kampung-kampung bawang yang kolaborasi dengan kelompok tani," ujarnya.
Dirinya juga menyinggung pihaknya sejak 2022 sudah berhasil mengembangkan kelompok tani penangkar bawang merah berlabel ungu di Tapsel khusus di Sipirok dan Arse. Hasilnya maksimal 14 ton/hektare.
"Kiranya sentra-sentra bawang Tapsel seperti di samping Sipirok, Arse, juga Angkola Timur, Batang Angkola, Marancar, SD.Hole, Angkola Muaratais dapat menjadi perhatian. Utamanya soal kultipator," katanya.