Sementara itu, Ketua Bawaslu Tapteng Sinta Sari Dewi Napitupulu mengatakan, petugas KPPS itu diduga melakukan penggelembungan suara pada 14 Februari 2024.
"Jadi saat penghitungan, mereka (petugas KPPS) membuat penghalang, sehingga masyarakat tidak bisa mengakses proses penghitungan suara," ungkapnya.
Petugas Panwascam yang mendapat laporan kemudian menindaklanjuti dengan melakukan penghitungan suara ulang.
"Saat penghitungan suara ulang, ada penggelembungan suara di sana," ungkapnya Sinta.
Baca Juga: 7 Anggota KPPS Tapteng Buron Diduga Gelembungkan Suara Capres 01, Semua Resmi Tersangka
Penggelembungan suara yang dilakukan adalah dengan menambah suara capres-cawapres nomor 1, Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (AMIN).

"Kemarin (perolehan 01) dibuat 315 suara, ternyata kalau gak salah (setelah dihitung ulang) hanya 37 suara," cetusnya.
Untuk paslon 02 Prabowo-Gibran dan paslon 03 Ganjar-Mahfud perolehan suara dibuat menjadi nol. Padahal, setelah penghitungan ulang paslon 02 mendapat 107 suara dan paslon 03 memperoleh 13 suara.
"Paslon (capres-cawapres) lainnya dibuat menjadi nol," katanya.