Aksi Hari Bumi di Medan, Dampak Perubahan Iklim Kian Mengerikan

Oleh karena itu, di momen peringatan Hari Bumi ini, mereka mengajak masyarakat untuk bisa beradaptasi bahkan memitigasi perubahan iklim.

Suhardiman
Senin, 22 April 2024 | 17:25 WIB
Aksi Hari Bumi di Medan, Dampak Perubahan Iklim Kian Mengerikan
Aktivis lingkungan di Medan gelar aksi Hari Bumi. [Suara.com/M.Aribowo]

SuaraSumut.id - Sejumlah aktivis dan pecinta lingkungan menggelar aksi memperingati Hari Bumi di Medan, Sumatera Utara (Sumut), Senin (22/4/2024).

Aksi digelar di titik nol Kota Medan di Jalan Balai Kota, diwarnai dengan orasi, pembacaan puisi, dan aksi teatrikal untuk menyerukan kepada masyarakat agar peduli terhadap kondisi lingkungan.

"Kita sebenarnya mau mensosialisasikan perubahan iklim, bahwasanya perubahan iklim itu tantangan bukan ancaman, ini sudah kita hadapi perubahan iklim," kata Taufik dari Bitra Indonesia kepada SuaraSumut.id.

Dirinya mengatakan apabila 10 hingga 20 tahun ke depan isu iklim tidak diatasi secara signifikan atau dengan intens, dampak perubahan iklim akan menjadi mengerikan.

"Kita akan krisis ekonomi, krisis pangan, sangat mengerikan dampaknya," ujar Taufik.

Oleh karena itu, di momen peringatan Hari Bumi ini, mereka mengajak masyarakat untuk bisa beradaptasi bahkan memitigasi perubahan iklim.

"Supaya semuanya bisa hidup berdampingan dan berkelanjutan. Kita mau melibatkan kaum pemuda supaya mereka lebih peduli dan mereka lebih kreatif menjaga iklim tadi," ungkapnya.

Taufik melanjutkan banyak hal-hal yang kecil yang bisa dilakukan masyarakat di perkotaan untuk membantu menjaga lingkungan.

"Mungkin dari hal-hal kecil bisa mengurangi energi, itu di rumah kita pakai HP, TV segala macam, kalau memang tidak perlu ya sudah jangan dipakai," jelasnya.

"Menghemat air, kita bisa membudayakan shower, shower itu bukan gaya-gaya lagi, tapi sekarang bisa meminimalisir penggunaan air," sambungnya.

Taufik melanjutkan, salah satu kelompok masyarakat yang terdampak perubahan iklim yakni para petani. Perubahan iklim membuat panen menurun, belum lagi adanya eksploitasi korporasi.

"(Kita menggelar) aksi teatrikal bahwasanya petani ini sedang dieksploitasi dengan beberapa korporasi, petani-petani di Indonesia semuanya dieksploitasi," cetusnya.

Taufik heran kenapa pupuk tidak pernah turun harganya, tapi hasilnya (harga jual panen) naik turun seperti mempermainkan pemerintah.

"Teatrikal tadi ada tarik ulur itu permainan harga, oleh korporasi dan oknum-oknumnya," katanya.

Pantauan di lokasi tampak aktivis pecinta lingkungan menggelar aksi teatrikal dengan membawa miniatur bola bumi yang dibawa berkeliling Lapangan Merdeka Medan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini