Gelar Kreasi Literasi Keuangan, Astra Financial Dukung Peningkatan Literasi Keuangan

Sebanyak lebih dari 1.200 peserta yang terdiri dari guru dan pelajar baik yang hadir secara langsung maupun Zoom.

Suhardiman
Jum'at, 14 Maret 2025 | 15:39 WIB
Gelar Kreasi Literasi Keuangan, Astra Financial Dukung Peningkatan Literasi Keuangan
Direktur Astra sekaligus Director in Charge Astra Financial Suparno Djasmin. [dok Istimewa]

SuaraSumut.id - Astra Financial bersama empat unit bisnisnya, yaitu FIFGROUP, ACC, TAF, dan Asuransi Astra menghadirkan program literasi keuangan yang ditujukan kepada guru dan pelajar di Medan.

Program tersebut adalah Kreasi Literasi Keuangan (KLiK) Astra Financial. Sebanyak lebih dari 1.200 peserta yang terdiri dari guru dan pelajar baik yang hadir secara langsung maupun Zoom.

Direktur Astra sekaligus Director in Charge Astra Financial Suparno Djasmin menjelaskan bahwa literasi dan inklusi keuangan merupakan fondasi penting dalam mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat Indonesia.

"Literasi keuangan yang baik akan meningkatkan kemampuan individu dalam membuat keputusan finansial yang tepat, yang pada akhirnya dapat berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

"KLiK Astra Financial merupakan wujud komitmen dan menjadi salah satu inisiatif kami dalam berkontribusi untuk meningkatkan literasi dan juga mendorong inklusi keuangan dengan menghadirkan empat unit bisnis kami termasuk untuk produk syariah," kata Suparno di Medan, Kamis (13/3/2025).

Kepala OJK Provinsi Sumut Khoirul Muttaqien, menyoroti pentingnya peningkatan literasi dan inklusi keuangan di wilayah Sumatera Utara dan di seluruh Indonesia.

Ia mengatakan guru memiliki peran krusial dalam meningkatkan edukasi bagi anak-anak, bahkan kepada masyarakat terhadap pemahaman keuangan.

Sebab, sektor jasa keuangan berperan penting terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia.

"Namun, sektor jasa keuangan pada saat ini dihadapi dengan tantangan masih banyaknya masyarakat yang terjebak dengan investasi ilegal dan juga judi online yang telah memberikan dampak buruk bagi masyarakat dan perekonomian Indonesia," ujar Khoirul.

Sejalan dengan momentum bulan Ramadan kali ini, literasi dan inklusi keuangan syariah juga menjadi salah satu prioritas yang harus ditingkatkan.

"Indonesia berada di peringkat ketujuh mengenai pemahaman literasi dan inklusi keuangan syariah di Asia Tenggara. Sementara itu, Indonesia menjadi salah satu negara dengan populasi penganut agama Islam terbesar di dunia, namun kita masih kalah dengan negara tetangga, oleh karena itu sangat penting bersama-sama kita mendorong literasi dan inklusi keuangan syariah," ungkap Khoirul.

Khoirul juga menyampaikan apresiasinya atas pelaksanaan KLiK Astra Financial guna menjadi wadah dalam mendorong literasi keuangan bagi guru yang diharapkan dapat memberikan kebermanfaatan yang lebih luas.

"Terima kasih saya ucapkan kepada Astra Financial karena telah memfasilitasi program peningkatan literasi keuangan melalui program KLiK Astra Financial ini," ucap Khoirul.

Berdasarkan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) Tahun 2024, indeks literasi keuangan Indonesia mencapai 65.4 persen, dan indeks inklusi keuangannya mencapai 75 persen.

Melihat pencapaian tersebut, langkah-langkah strategi untuk memperluas pemahaman dan akses masyarakat Indonesia terhadap layanan keuangan harus terus diupayakan secara berkelanjutan agar tercapai pemerataan pemahaman dan akses finansial yang lebih baik di seluruh lapisan masyarakat .

 Kreasi Literasi Keuangan. [dok Istimewa]
Kreasi Literasi Keuangan. [dok Istimewa]

Komitmen Astra Financial

Program KLiK Astra Financial hadir sejalan dengan program OJK, yaitu Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN) dan berbagai inisiatif yang dicanangkan oleh Pemerintah serta bagian dari dukungan Astra Financial terhadap program Gebyar Ramadan Keuangan Syariah (GERAK Syariah) khususnya di momentum Ramadan kali ini.

Pada perhelatan program tersebut, Astra Financial menargetkan guru yang berpartisipasi di dalam acara tersebut dapat berperan sebagai agen perubahan dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan, khususnya bagi kelompok rentan yang menjadi sasaran program literasi keuangan OJK, seperti perempuan, pemuda, pelajar, UMKM, serta masyarakat 3T (terdepan, tertinggal, dan terluar), disabilitas, dan pekerja migran Indonesia.

Selain itu, dalam mendukung peningkatan inklusi keuangan syariah, Astra Financial dan unit bisnisnya juga turut memboyong layanan keuangan syariah yang menjadi bagian dari Astra Financial, yaitu AMITRA dari FIFGROUP, ACC Syariah, TAF Syariah, dan Asuransi Astra Syariah.

Sebagai bagian dari acara KLiK Astra Financial, diadakan perlombaan bagi para guru dan peserta lainnya untuk menyelenggarakan program literasi keuangan yang kreatif dan menarik.

Program literasi keuangan terbaik yang terpilih akan dijadikan sebagai contoh percontohan, yang dapat diadaptasi dan diterapkan oleh guru-guru lainnya, guna memperluas dampak positif dalam peningkatan pemahaman keuangan.

Astra Financial juga menawarkan kesempatan beasiswa bagi 68 siswa dan mahasiswa Perkumpulan Amal Bakti serta memberikan sumbangan sarana dan prasarana berupa Laboratorium Literasi Keuangan yang diharapkan dapat mendorong riset, diskusi, serta kegiatan literasi keuangan lainnya, termasuk pengisian Learning Management System (LMS) Edukasi Keuangan OJK.

Melalui KLiK Astra Financial, diharapkan dampaknya dapat lebih luas dengan menjangkau jumlah penerima manfaat yang lebih besar. Pada tahun 2024, Astra Financial beserta seluruh unit bisnisnya telah menyelenggarakan berbagai kegiatan literasi keuangan yang berhasil memberikan manfaat kepada lebih dari 30 ribu penerima.

Tahun ini, Astra Financial menargetkan untuk melampaui pencapaian tersebut melalui program KLiK Astra Financial.

Pentingnya Pemahaman Keuangan

Deputi Direktur Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK Provinsi Sumut, Yovvi Sukandar, mengungkapkan pentingnya literasi keuangan bagi masyarakat Indonesia guna menghindari risiko penipuan dan pengelolaan keuangan yang buruk.

Dalam perhelatan KLiK Astra Financial tersebut, Yovvi menekankan bahwa banyak masyarakat yang masih menjadi korban penipuan finansial yang dilakukan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.

Menurut Yovvi, salah satu bentuk penipuan yang sering terjadi adalah praktik phishing, di mana penipu menggunakan email atau pesan palsu yang menyerupai komunikasi resmi dari lembaga keuangan.

"Modus seperti phishing ini seringkali menjerat korban yang kurang berhati-hati dalam menjaga informasi pribadi mereka. Oleh karena itu, kami mengimbau masyarakat untuk lebih waspada dan selalu memeriksa keaslian informasi yang diterima," jelas Yovvi.

Lebih lanjut, Yovvi juga menjelaskan bahwa penipuan finansial tidak hanya terjadi melalui email atau pesan singkat, namun juga dapat melibatkan transaksi dengan oknum yang mengatasnamakan koperasi yang tidak berizin.

"Ada banyak koperasi yang mengaku menawarkan layanan keuangan menarik, namun sebenarnya mereka tidak terdaftar dan tidak memiliki izin resmi dari otoritas yang berwenang. Masyarakat harus lebih teliti dan hanya melakukan transaksi dengan lembaga yang terdaftar dan diawasi oleh OJK," tegas Yovvi.

Selain itu, dalam materi literasi keuangan yang disampaikan, Yovvi juga menyoroti pentingnya pemahaman mengenai pengelolaan keuangan yang baik.

"Penting bagi setiap individu untuk memahami cara mengelola pinjaman, biaya hidup, tabungan, hingga investasi. Pemahaman yang tepat akan membantu masyarakat untuk membuat keputusan finansial yang bijaksana dan menghindari masalah keuangan di masa depan," katanya.

Yovvi juga mengingatkan bahwa literasi keuangan yang tinggi akan memberi masyarakat kekuatan untuk melindungi diri dari penipuan dan mengelola keuangan mereka dengan lebih bijaksana.

"Dengan pemahaman yang lebih baik tentang pengelolaan keuangan, masyarakat tidak hanya bisa melindungi diri dari ancaman penipuan, tetapi juga dapat merencanakan masa depan keuangan mereka dengan lebih baik," katanya.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini