Pemerintah kecamatan berharap insiden ini menjadi yang terakhir dan membuka ruang dialog yang lebih sehat antara warga dan perusahaan.
5. TPL Serahkan Penanganan ke Polisi, Operasi Dihentikan Sementara
Corporate Communication Manager TPL, Salomo Sitohang, menyatakan bahwa pihak perusahaan sangat menyesalkan insiden tersebut dan telah melaporkannya ke aparat kepolisian. Ia menegaskan bahwa TPL Toba akan menghentikan sementara kegiatan operasional di sektor Habinsaran demi menghindari gesekan lanjutan.
“Kami selalu mengedepankan kemitraan dan dialog terbuka untuk menyelesaikan persoalan sosial. Kami juga sepenuhnya menyerahkan penanganan insiden ini kepada aparat penegak hukum,” ujar Salomo.
Peristiwa ini kembali memperlihatkan kompleksitas konflik agraria di Sumatera Utara, khususnya yang melibatkan masyarakat adat dan perusahaan industri berbasis lahan. Diperlukan langkah konkret dari pemerintah daerah, lembaga adat, dan pihak perusahaan agar konflik tidak terus berulang. (Antara)