7 Kebiasaan Pengendara yang Perlu Diubah Selama Operasi Zebra 2025

Seiring meningkatnya mobilitas masyarakat, perubahan perilaku berkendara menjadi sangat penting, terutama menghadapi operasi penegakan yang bersifat preventif maupun represif.

Suhardiman
Senin, 17 November 2025 | 12:04 WIB
7 Kebiasaan Pengendara yang Perlu Diubah Selama Operasi Zebra 2025
Ilustrasi Operasi Zebra 2025. [Ist]
Baca 10 detik
  • Operasi Zebra 2025 berlangsung pada 17–30 November 2025 dengan fokus penindakan pelanggaran lalu lintas.
  • Operasi ini ditujukan untuk menciptakan kondisi lalu lintas yang aman menjelang libur Nataru.
  • Pengendara perlu memperbaiki kebiasaan berkendara yang berisiko menimbulkan pelanggaran dan kecelakaan.

SuaraSumut.id - Operasi Zebra 2025 digelar secara serentak pada 17 hingga 30 November 2025 dengan fokus menindak pelanggaran lalu lintas.

Operasi Zebra ini bertujuan guna menciptakan kondisi lalu lintas yang aman, tertib, dan lancar menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Seiring meningkatnya mobilitas masyarakat, perubahan perilaku berkendara menjadi sangat penting, terutama menghadapi operasi penegakan yang bersifat preventif maupun represif.

Berikut tujuh kebiasaan pengendara yang perlu diperbaiki berdasarkan pola pelanggaran yang umum terjadi:

1. Mengabaikan Penggunaan Helm Standar

Salah satu pelanggaran yang paling sering ditemukan adalah penggunaan helm yang tidak sesuai standar atau tidak menggunakannya sama sekali.

Banyak pengendara beralasan hanya menempuh jarak dekat atau tidak ingin merasa repot. Padahal helm berstandar SNI dirancang untuk mengurangi dampak benturan pada kecelakaan.

Penggunaan helm bukan sekadar kewajiban hukum, tetapi langkah logis untuk melindungi diri. Pengendara perlu menjadikan helm sebagai bagian dari kebiasaan harian, bukan sebagai aksesori tambahan.

2. Berkendara Sambil Menggunakan Ponsel

Ponsel menjadi sumber gangguan di jalan. Mengirim pesan, melihat notifikasi, atau membuka aplikasi navigasi tanpa holder khusus dapat mengurangi konsentrasi dan memperpanjang waktu respons terhadap situasi di jalan.

Kebiasaan ini perlu diubah dengan membiasakan diri menggunakan perangkat pendukung seperti phone holder atau mengaktifkan fitur navigasi sebelum kendaraan berjalan. Jika urusan ponsel mendesak, sebaiknya menepi dan berhenti sejenak demi keselamatan.

3. Melanggar Marka Jalan dan Rambu Lalu Lintas

Kebiasaan melanggar marka jalan, menerobos lampu merah, hingga mengambil jalur lawan arah sering dianggap sepele. Padahal perilaku tersebut merupakan penyebab utama kecelakaan fatal.

Pengendara perlu memahami bahwa rambu dan marka dibuat berdasarkan riset keselamatan. Kepatuhan pada rambu bukan hanya soal menghindari sanksi, melainkan membangun lingkungan berkendara yang tertib dan dapat diprediksi.

4. Tidak Membawa Kelengkapan Surat Kendaraan

STNK, SIM, dan dokumen pendukung lainnya sering terlupa atau sengaja tidak dibawa. Ketika Operasi Zebra berlangsung, ini menjadi salah satu sasaran pemeriksaan rutin.

Membawa kelengkapan surat adalah bagian dari tanggung jawab sebagai pemilik kendaraan. Selain menghindari sanksi, surat-surat tersebut memastikan bahwa pengendara memenuhi syarat legal dan administratif untuk berada di jalan raya.

5. Mengemudi Melebihi Batas Kecepatan

Perilaku ngebut tanpa mempertimbangkan kondisi jalan dan lingkungan menjadi salah satu pemicu kecelakaan. Banyak pengendara beranggapan semakin cepat sampai, semakin baik, padahal kecepatan berlebih justru memperbesar risiko kehilangan kendali.

6. Tidak Menyalakan Lampu Saat Dibutuhkan

Pada beberapa wilayah, aturan menyalakan lampu di siang hari diterapkan untuk meningkatkan visibilitas kendaraan. Namun masih banyak yang mengabaikannya. Di malam hari pun, beberapa pengendara masih lalai menyalakan lampu utama atau lampu sein saat berbelok.

Kebiasaan sederhana ini memiliki dampak besar terhadap keselamatan. Penerapan disiplin penggunaan lampu dapat mengurangi risiko tabrakan akibat rendahnya visibilitas.

7. Berkendara Tanpa Memperhatikan Kondisi Fisik dan Kendaraan

Kelelahan, mengantuk, atau memaksakan diri berkendara saat tidak fit adalah kebiasaan yang sering dilakukan. Di sisi lain, kendaraan yang tidak layak jalan, seperti rem aus, lampu mati, atau ban gundul juga menjadi faktor risiko kecelakaan.

Oleh karena itu, penting bagi pengendara melakukan pemeriksaan berkala, sekaligus memastikan kondisi fisik prima sebelum mengemudi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini